Yayasan Sejahtera Mandiri Kunjungi Muhammad Putra Aqsa Bocah

oleh -2.004 views
Muhammad Aqsho (foto/Muslim Yusuf)

LANGKAT| Muhammad Putra Aqsa (10) sejak lahir sudah mengalami menderita cacat fisik pada bagian kaki dan tangannya. Seharusnya anak seusia Aqsa bisa bermain dan berlari seperti anak anak lainnya dan seusianya.

Namun Aqsa beda tidak seperi anak – anak lainnya yang bisa ke sekolah dan bermain, Aqsa hanya bermain di rumah dan
kesehariannya hanya bisa bermain bersama ibunya Eva Mairani, sementara ayahnya Hamidi bekerja sebagai seorang Nelayan di Desa Perlis. Ia setiap hari pergi melaut demi mencari kebutuhan hidup untuk membesarkan anak – anaknya.
Ketika Wartawan rbitdigital menyambanginya ke kediaman ibu Eva Mairani dan Hamidi di Dusun I Desa Perlis, terlihat
kesedihan sang ibunda Aqsa saat menggendong Aqsa Selasa (11/1/2022) . Bak kata pepatah “Kasih sayangnya ibu sepanjang masa” begitulah kasih sayang ibunya terhadap Aqsa tidak bekurang setitik pun, ibunya rela berhari hari menghabiskan waktunya bermain dengan Aqsa agar ia terhibur.

Muhammad Putra Aqsa anak yang bungsu dari empat bersaudara, Aqsa dibesarkan dari keluarga tidak mampu ia relakan nasib anaknya sehingga usia sepuluh tahun. Pada bulan enam esok Aqsa genap usia Sebelas tahun,” ungkap ibunya.