Wartawan Bisa Divaksin Covid-19, Ini Kata Kadinkes Gayo Lues

oleh -119 views

Gayo Lues | Untuk memperlancar tugas pelayan publik seperti Wartawan sangat diperlukan anti bodi vaksin agar terhindar dari penularan Corona Virus (Covid-19). Pasalnya, Jurnalis sangat rentan bersentuhan dengan narasumber.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gayo Lues, Riadussalihin SKM saat dikonfirmasi orbitdigitaldaily.com, Senin (8/3/2021) mengatakan, kalau wartawan ingin mendapatkan vaksin dari Pemerintah, bisa langsung membuat usulan untuk divaksin, surat usulan tersebut langsung diberikan kepada Instansi terkait.

“Persyaratan diatas itu jika wartawan yang ingin divaksin secara berkelompok, namun jika para jurnalis ingin divasin perindu maka hanya perlu membawa photo kopi KTP ke Puskesmas terdekat,” katanya didampingi Kabid.

Lanjutnya, vaksin tahap ke-II ini memang diperuntukkan untuk pelayanan publik seperti TNI, Polri, Pers, Tokoh Agama dan lansia,” segeralah menggunakan vaksin karna saat ini vaksin yang sudah kita terima ada sebanyak 440 dosis dari yang diusulkan 800 dosis, mungkin sisanya akan diberikan setelah proses vaksinasi berjalan,” jelasnya.

Setelah itu, sebelum melakukan proses penindakan penyuntikan vaksin kepada pasien, harus menjalani beberapa tahap seperti mendaftar, screning (Pemeriksaan Riwayat Pasien), baru dilakukan penindakan penyuntikan vaksin jika tidak ditemukan riwayat fatal pada pasien.

“Kalau sudah divaksin nanti maka akan kita tunggu beberapa menit untuk memastikan dosis vaksin yang diterima tubuh pasien sempurna, namun jika terjadi kendala pada pasien maka akan dilakukan perawatan lebih lanjut,” terangnya.

Ditambahkannya, setelah nanti wartawan divaksin dosis pertama maka harus menunggu jangka waktu 14 sampai dengan 28 hari kedepan baru bisa dilakukan vaksin dosis kedua, agar dosis untuk kekebalan tubuh lebih efektif.

“Vaksinasi wajib dilakukan 2 kali jika sudah pernah menggunakan sekali, ini sesuai perintah Kementrian agar dosis yang ditanamkan ditubuh lebih sempurna,” tambahnya.

Kadis berharap, dari program vaksinasi yang dilakukan di Kabupaten Gayo Lues, semoga berjalan dengan baik tanpa ada kendala agar mencapai 100 persen.

“Kalau kurang dari 100 persen itu disebabkan karna ibu hamil yang tidak bisa dilakukan vaksin, karma takut menimbulkan dampak bagi janin,” tutupnya.

Reporter : Putra