Warga Desa Kutambaru Resah, Jembatan Rusak Dihantam Lahar Sinabung

oleh -264 views
Terkelin Brahmana meninjau jembatan desa Kutambaru yang terancam ambruk dihantam lahar dingin Sinabung. (Orbitdigitaly/Daniel Manik)

TANAH KARO Warga desa Kutambaru Kecamatan Tiga Nderket resah dan mengeluh melintasi jembatan desa yang rusak diterjang lahar dingin Sinabung. Pasalnya jembatan yang merupakan satu-satunya sarana infrastruktur untuk membawa hasil pertanian warga ke pasar di Tiganderket, Kabanjahe dan Berastagi.

Kondisinya sudah berlubang dan terkikis akibat bencana kemarin. Sisi tembok pembatas juga terlihat lubang menganga sangat besar. Keadaan ini dikhawatirkan dapat menyebabkan ambruknya jembatan.

Hal itu dikatakan Pj Kades Kutambaru Daud Perangin-angin saat Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH meninjau kerusakan jembatan desa Kuta Mbaru Kecamatan Tiga Nderket bersama Camat Tiga Nderket Sukur Brahmana, Kabid Cipta Marga Hendra Mitcon Purba, Kabid Logistik BPBD Natanael Perangin Angin, Senin (27/4/2020).

Menurut Daud, antisipasi penanganan ini sangat perlu, apabila ada susulan lahar dingin berikutnya, “maka jembatan ini dapat bertahan jika sudah diperbaiki, jika tidak, warga khawatir akan memakan korban, jadi tentu ini tidak kita inginkan,” harapnya.
“Pada prinsipnya kami bersama warga siap untuk mengerjakan melalui program padat karya dengan dana desa, jika Pemkab Karo mengizinkan sesuai aturan yang ada, agar program padat karya terlaksana,” sebut Pj Kades Kutambaru Daud.

Menyahuti Kades Kuta Mbaru, Bupati karo Terkelin Brahmana SH MH langsung menginstruksikan Dinas PUPR, agar secepatnya membuatkan Desain Engenering Detail (DED) dan serahkan kepada camat dan Pj Kades.

Menyangkut soal biaya perbaikan, pada prinsipnya kita sependapat dengan Pj Kades, dengan memanfaatkan program Padat Karya, sebab menilik lokasi bencana, alat berat mesin sulit bekerja, jadi lebih cocok digunakan tenaga manusia, melalui program padat Karya,” katanya.

Menyikapi masalah anggaran desa, menurut Terkelin tidak masalah, “tadi sudah kita konsultasikan dengan pihak DPMD, aturan diperbolehkan walaupun situasi saat ini Covid-19, yang terpenting persen pekerjaan tidak semuanya dibebankan ke DD,” tambahnya.

“Sisanya, agar pihak perangkat desa Kuta Mbaru, buatkan surat kepada BPBD Karo, jelaskan poin yang belum dapat tertampung dalam program padat karya, agar pekerjaan dapat ditindaklanjuti,” pungkas Terkelin.

Reporter : Daniel Manik