Walikota Langsa Usman Abdullah Pimpin Upacara HUT PGRI Ke 76

oleh -581 views

LANGSA| Pemerintah Kota Langsa menggelar upacara memperingati Hari Guru Nasional tahun 2021 dan HUT PGRI ke 76 di halaman Pendopo Walikota Langsa, Kamis (25/11/2021).

Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE menjadi Pembina Upacara Bendera dalam rangka Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 PGRI Tahun 2021, yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Langsa.

Hadir pada acara tersebut, Forkopimda Kota Langsa, Para pimpinan OPD dalam wilayah Kota Langsa, Ketua PGRI Kota Langsa, Dra. Suhartini, M.Pd beserta Para Pengurus PGRI Kota Langsa dan tamu undangan lainnya. Upacara Hari Guru Nasional dan HUT PGRI kali ini mengambil tema “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”.

Dalam amanatnya Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbudristek RI), Nadiem Anwar Makarim.

“Tahun lalu adalah tahun yang penuh ujian. Kita semua tersandung dengan adanya pandemi. Guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara ekonomi, terpukul secara kesehatan, dan terpukul secara batin.

Guru mau tidak mau mendatangi rumah rumah pelajar untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran. Guru mau tidak mau mempelajari teknologi yang belum pernah mereka kenal. Guru mau tidak mau menyederhanakan kurikulum untuk memastikan murid mereka tidak belajar dibawah tekanan. Guru diseluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian, dan kehilangan disiplin. Tidak hanya tekanan psikologis karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa makan” ungkap Walikota Langsa saat membacakan Pidato Mendikbudristek.

Ia menambahkan bahwa sangat wajar jika dalam situasi ini banyak guru yang terdemotivasi. Tapi ternyata ada fenomena yang tidak terkira. Saat saya menginap di rumah guru honorer di Lombok Tengah, saat saya menginap dirumah Guru Penggerak di Yogyakarta, saat saya menginap bersama santri di Pesantren di Jawa Timur, saya sama sekali tidak mendengar kata ”putus asa”.

“Saat sarapan dengan mereka, saya mendengarkan terobosan-terobosan yang mereka inginkan di sekolah mereka. Wajah mereka terlihat semangat membahas platform teknologi yang cocok dan tidak cocok dengan mereka. Dengan percaya diri, mereka memuji dan mengkritik kebijakan dengan hati nurani mereka.

Disitulah saya menyadari bahwa pandemi ini tidak memadamkan semangat para guru, tapi justru menyalakan obor perubahan. Guru-guru se-Indonesia menginginkan perubahan, dan kami mendengar” kata Walikota Langsa saat membacakan Pidato Mendikbudristek.