banner 728x250
Medan  

Terkait Konflik Lahan 7,6 HA di Jalan Jati Medan, FA3M Ajak Para Pemegang SKT dan SHM Untuk Duduk Bersama 

Foto Lahan yang menjadi sengketa pemilik SHM dan SKT Jalan Jati Pulo Brayan Bengkel Kecamatan Medan Timur. (Foto/Ist)

MEDAN I  Forum Aspirasi Masyarakat Medan Marelan (FA3M) mengajak para pihak pemegang SKT (Surat Keterangan Tanah) dan SHM (Sertifikat Hak Milik) untuk bisa duduk bersama menemukan solusi penyelesaian permasalahan lahan seluas 7,6 Ha yang terletak di Jalan Jati  Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara. 

“Surat undangan kepada 60 orang pihak yang berkompeten pemengang SKT dan SHM sudah kita layangkan melalui paket titipan pada Kamis (14/4/2022) lalu,” ucap Ketua FA3M Rudi Hartono
ketika memberikan keterangan Pers kepada awak Media. Minggu malam (17/4) Pukul 21:00 WIB. 

Rudi juga mengatakan selama belasan tahun lahan itu tidak dapat kita gunakan dan  manfaatkan secara bersama-sama yang berakibat secara ekonomi hingga tidak mendatangkan kesejahteraan secara langsung kepada pihak-pihak yang saat ini memegang alas hak berupa SKT dan SHM 

“Kami (para pihak-red) perlu  mencari jalan terbaik atas sengketa lahan yang terletak di Jalan Jati, karena kita juga sudah lelah dengan konflik yang terjadi hingga belasan tahun ini, dan tidak menemukan penyelesaian yang tuntas, intinya kami mau mencari jalan terbaik dalam rangka mengakhiri konflik lahan tersebut,” ungkapnya. 

Masih kata Rudi, lebih lanjut, kepada pihak-pihak yang merasa memiliki kepentingan dengan objek tanah seluas 7,6 Ha di Jalan Jati Kelurahan Pulo Brayan Bengkel itu dapat segera menghubungi saudara Ismail dengan nomor kontak 081361468484 untuk mendapatkan informasi dan penjelasan tentang rencana teknis penanganan melalui jalur non peradilan, melalui mediasi, ” ungkapnya.