Sugianto Makmur : Pemortalan Jalan ke Gudang di Jalan Nippon dan Takenaka Marelan Harus Diselesaikan Secara Holistik

oleh -48 views
Pengusaha Trucking dan Masyarakat yang dirugikan akibat pemortalan Jalan Nippon dan Jalan Takenaka Marelan (foto/ist)

MEDAN| Anggota Komisi B DPRD Sumut Sugianto Makmur menegaskan adanya pemortalan Jalan Nippon dan Takenaka di Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan oleh segilintir warga yang mengakibatkan terganggunya aktivitas pergudangan dan angkutan harus diselesaikan secara holistik bukan hanya keinginan segelintir warga saja.

Penegasan itu disampaikan Sugianto Makmur ketika menerima 11 Pengusaha Angkutan Trucking dan Warga Siombak Belakang yang terdampak dari pemortalan Jalan Nippon dan Takenaka oleh segelintir masyarakat, Sabtu (9/10/2021).

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengungkapkan di dalam lokasi ada PT Jaya Beton sudah memulai gudang sejak 1989, ketika area ini masih semak-belukar tanpa seorang pun warga. Seiring dengan berkembangnya jaman, masyarakat mulai bermukim karena semakin banyak juga perusahaan angkutan membuka pool kenderaannya.

” Tentu tidak tepat juga, ketika masyarakat yang belakangan datang, malahan menolak aktivitas yang sudah ada sejak dulu. Apalagi dalam situasi pandemi, di mana banyak kelompok masyarakat yang kesulitan keuangan,” kata Sugianto

Ditegaskan Sugianto ketika ada 14 Kepala Keluarga (KK) K yang menolak aktivitas pergudangan dan angkutan sementara ada ribuan warga yang secara langsung dan tidak langsung mendapatkan manfaat ekonomi. “Apalagi alasan penolakan tidak masuk akal. Pertama, adanya anak sekolah. Sejak dulu sampai sekarang, tidak pernah ada kecelakaan antara trado dan anak sekolah, lagipula sekarang sedang sekolah offline. Kedua, dikatakan ada rumah uang retak, tetapi sampai sekarang tidak bisa ditunjuk rumah mana yang dindingnya retak akibat keluar masuknya truk,” sebut Sugianto

Sugianto Makmur juga sangat menyesalkan, dalam situasi yang begitu sulit, masih ada segelintir orang yang tanpa alasan yang jelas, malahan mempersulit orang lain. “Jangan ada kelompok masyarakat yang menggunakan kekerasan untuk memaksakan kehendak,” ujar Sugianto kembali.

Sugianto juga mendorong Forkompinda untuk bijaksana menyikapi permasalahan ini.” Kita harus mengutamakan musyawarah mufakat sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan kita,” sebut Sugianto lagi.