Sudah Tiga Kali Pasar Lelo Desa Firdaus Dirusak OTK

oleh -1.974 views
Salah Satu Lapak yang dirusak OTK di Pasar Lelo Firdaus (foto/ist)

SERGAI| Sebagian bangunan pasar Lelo Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai diketahui rusak yang diduga sengaja dirusak OTK, beberapa los pedagang diketahui rusak. Hal ini dibenarkan oleh Misdaini Boru Harahap, pengelola pasar Lelo kepada wartawan, Rabu (13/10/2021) di lokasi kejadian.

Menurutnya, rusaknya bangunan pasar Lelo ini diketahui bukan sekali saja, namun ada tiga kali. Yang pertama sekitar dua Minggu yang lalu, dua los milik pedagang diketahui rusak, kemudian yang kedua terjadi pada Senin pagi, tanggal 11 Oktober 2021, satu los bangunan juga diketahui dirusak, dan terakhir pada Rabu pagi, 13 Oktober 2021, satu los bangunan pedagang juga diketahui dirusak. Dari lokasi kejadian, pengelola pasar rakyat hari Minggu ini menemukan tang dan besi yang diduga digunakan untuk memukul kayu bangunan supaya roboh.

Meski tak bisa memastikan, jika los los pedagang itu sengaja dirusak, ” namun dari kondisinya, tidak mungkin juga los los tersebut roboh karena angin “. Kata Misdaini kepada wartawan, Rabu 13 Oktober 2021. Apalagi kerusakan kedua terjadi setelah satu hari sebelum nya terjadi pertengkaran antara pedagang dengan jajaran Pemkab Serdang Bedagai lantaran para pedagang menolak untuk direlokasi ke pasar Sei Rampah

Seperti diketahui oleh masyarakat Kecamatan Sei Rampah sekitarnya, bahwa beberapa bulan ini jajaran Pemkab Serdang Bedagai getol sekali memerintahkan agar para pedagang pasar Lelo untuk pindah ke pasar Sei Rampah, dengan alasan untuk penataan kota, namun permintaan ini tetap ditolak oleh pedagang, dengan alasan bahwa pasar Lelo yang sudah mereka tempati selama belasan tahun itu tempatnya enak, dan sejuk meskipun mereka harus membayar iyuran, karena tanah pasar Lelo merupakan tanah pribadi ( bukan Tanah milik pemerintah ). Sedangkan tempat baru yang ditawarkan oleh pemerintah kondisinya sangat panas, dan statusnya juga sama, tanah milik perorangan. Beberapa alasan itu yang membuat para pedagang tidak mau direlokasi. Selain pedagang, beberapa pengunjung pun menyatakan hal yang sama

Pertentangan pemikiran inilah yang kemudian membuat perselisihan antara pedagang dengan pihak pemerintah kerap terjadi, disaat para pedagang membuka jualanya seminggu sekali ini