Soal Pembagian Paket PL, Oknum PU Langkat Diduga ‘Bermain’

oleh -1.224 views
Ilustrasi.

Medan-ORBIT: Seluruh asosiai rekanan konstruksi se Kabupaten Langkat serta rekanan-rekanan lokal di Stabat meminta janji dari Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Langkat, Julius Ginting untuk memberikan paket Penunjukan Langsung (PL) di bawah Rp200 juta.

Asosiasi tersebut, diantaranya Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Gabungan Pengusaha Kontruksi Nasional (Gapeknas) dan Asosiasi Kontraktor Umum Nasional (Askumnas) juga Asosiasi Kontraktor Seluruh Daerah Indonesia (Aksdai) Langkat.

Mereka menuntut janji Kadis PU yang sampai sekarang tak kunjung dibagikan. Padahal janji tersebut telah disampaikan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi D DPRD dan disaksikan oleh Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Langkat.

Ketua Kadin Langkat, Radin Alfian MH kepada Orbitdigitaldaily.com mengatakan, janji Kadis PU dinilai hanya manis di bibir saja, karena hingga saat ini tidak terbukti atau belum terealisasi.

“Kadis PU berjanji untuk P APBD Tahun 2018 ini akan mengalokasikan paket-paket PL tersebut untuk rekanan lokal, akan tetapi janji tinggal janji, paket-paket tersebut telah diduga telah diperjual belikan kepada orang lain di Medan, dan bahkan diduga mayoritas paket-paket tersebut dikuasai oleh oknum penguasa Kabupaten Langkat,” kata Radin Alfian.

Sehingga Radin mengaku bahwa sebelumnya kasus itu berbuntut panjang hingga pernah beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa yang dikomandoi oleh Ketua Kadin Kabupaten Langkat di depan Pintu Gerbang Dinas PU Jalan T Amir Hamzah Langkat.

Bahkan kata Radin akibat belum menemukan titik terang aksi demo tersebut berlanjut hingga di depan Gedung DPRD Langkat dengan jumlah massa ratusan orang.

“Tak lain tuntutan kami dilatarbelakangi pembagian proyek di Pemkab Langkat, khususnya yang dikeluarkan oleh pihak Dinas PU yang dinilai tidak transfaran. Diduga ada kepentingan pihak dalam hal ini PU itu sendiri. Sebab seluruh asosiai rekanan konstruksi se Kabupaten Langkat selama ini tidak mendapatkan proyek. Malah diduga justru pihak-pihak lain dari luar Kabupaten Langkat mendapat jatah Proyek di P APBD dan R APBD,” katanya.

Ia berharap agar dalam pembagian proyek PAPBD dibagikan oleh rekanan lokal. “Namun sayang, yang justru kontraktor dari Stabat tidak mendapatkan proyek. Proyek PAPBD PU Langkat sengaja dijadikan ajang kepentingan oknum pejabat tertentu,” tegasnya.

Dikatakanya agar masalah pembagian proyek kepada kontraktor lokal direalisasikan, diminta komitmen pihak PU agar rekanan dari Stabat yang sudah dijanjikan oleh pihak PU di proyek PL namun sampai saat ini belum ada realisasi.

Sementara saat konfirmasi melalui jaringan saluler, Kadis PU belum menjawab. Od-Sam