Soal Dugaan Kebocoran Pipa Gas, PP ‘Kecam’ PT SMGP

oleh -112 views

Panyabungan | Soal dugaan  kebocoran pipa gas perusahaan panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang beroperasi di Kecamatan  Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hingga mengakibatkan 5 orang korban jiwa dan puluhan lainnya sedang dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan yang terjadi, Senin (25/01/2021), menuai kritik keras dan kecaman dari elemen masyarakat.

“Kami mengutuk keras atas kelelaian dan ketidak profesional PT SMGP yang mengkibat hilang beberapa nyawa warga”, ungkap Wakil Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Madina Ahmad Tahir Nasution yang didampingi serta pengurus lainnya, Alhasan Nasution, Panri Fauzi Nasution, Abdi P Hasibuan,  Aswardi Nasution, Samsul Hidayat, dan Abdul Wahab Dalimunthe.

Ahmad Tahir juga mengatakan, bahwa ini merupakan kesalahan fatal PT SMGP sepanjang sejarah beroperasi di Madina. “Pristiwa ini harus diingat, ini adalah tragedi  kemanusiaan yang harus  kita angkat menjadi isu nasional.  PT SMGP harus bertanggung jawab penuh dan jangan ada kata saling tuding serta menyalahkan pihak lain. Karena ini murni kelalaian PT SMGP yang harus diusut tuntas secara hukum”, katanya.

Oleh karena itu, sambung Ahmad Tahir, kami minta pemerintah dan penegak hukum mengambil  tindakan  tegas serta bergerak cepat untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. “Kami juga meminta, jangan ada pihak pihak yang coba coba menutupi apalagi  membackup atas kesalahan PT SMGP yang dapat menimbulkan kemarahan masyarakat Madinah”, sebut Wakil Ketua MPC PP itu.

Ahmad Tahir juga menjelaskan, PT SGMP telah beberapa kali membuat kelalalian. “Jadi ini adalah kelalaian kesekian kalinya. Ini adalah kesalahan yang fatal dan tidak dapat ditolerir lagi. Ini kelalaian yang menyebabkan korban jiwa dan harus ditindak lanjuti segera oleh pemerintah dan aparat penegak hukum. Ini adalah bukti amburadul dan semrawutnya Managemen PT SMGP  dan merupakan sebuah praktek human error”, sebutnya.

Ahmad Tahir menyampaikan,  MPC PP Kabuaten Madina ikut bersedih dan turut berbela sungkawa atas wafatnya warga madina atas tragedi ini. “Selain telah memberikan bantuan kemanuasian, kami juga telah menyiapkan Tim Advokat  untuk melakukan evakuasi, edukasi dan investigasi  secara independen  serta mengidentifikasi persoalan ini secara objektif

Kami juga meminta, tegas Ahmad Tahir, kepada pemerintah terutama Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Madina agar melihat persolan ini dengan jeli dan mengunakan hati nurani. “Ini adalah persoalan nyawa manusia yang sangat fundamental, makanya jangan diabaikan. Apa perlu seluruh masyarakat Madina melakukan aksi demo untuk menutup PT SMGP “, ujar Wakil Ketua MPC PP.

Reporter : Sulaiman Nasution