Setelah Diberitakan, Taman Kota di Depan Kantor KPU Karo Mulai Dirawat

oleh -648 views
Semak belukar di dalam taman terlihat mulai menguning dan hampir mati akibat disemprot racun. ORBIT/David Barus

Karo-ORBIT: Setelah menjadi sorotan dalam pemberitaan sejumlah media, kondisi ruang terbuka hijau (RTH) atau Taman Kota yang berada di jalan Selamat Ketaren Kabanjahe tepatnya di belakang kantor Dinas Kesehatan Karo atau di depan kantor KPU Karo sudah mulai dirawat. Namun perawatannya masih sebatas penyemprotan racun rumput.

Hal ini terlihat dari kondisi semak belukar yang selama ini tumbuh subur di areal taman tersebut saat ini sudah mulai menguning bahkan terlihat hampir mati. Namun pohon-pohon hias yang juga ada di dalam taman masih dibiarkan seperti sebelumnya, belum tersentuh perawatan.

Sejumlah warga yang ditemui Orbit di lokasi merasa bersyukur telah dirawatnya kembali Taman Kota yang selama ini sudah terlantar tak terawat.

“Tapi baru disemprot saja, mudah-mudahan terus dirawat. Sampah pun masih berserakan di gerbang itu. Kan sayang selama ini dibiarkan terbengkalai, malah bisa jadi sarang ular nantinya,” ucap Nenny Sembiring bersama warga lainnya kepada Orbit.

Harapan sejumlah warga agar perawatan taman ini dapat terus dilakukan oleh pemerintah. Sehingga akan bermanfaat sebagai taman rekreasi dan tempat berkumpul serta sarana  berolahraga bagi warga kota Kabanjahe.


Pada pintu masuk taman masih terlihat sampah berserak.

Pantauan Orbit, Selasa (5/3) di lokasi, semak belukar di dalam areal taman tampak sudah mulai menguning dan hampir mati karena sebelumnya telah disemprot dengan racun rumput. Informasi yang dihimpun, penyemprotan  dilakukan tiga hari setelah kondisi taman ini diberitakan di media.

Dan penyemprotannya dilakukan oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Karo. Namun, sampah yang berada di depan pintu masuk taman masih terlihat berserakan.

Diberitakan sebelumnya, Taman Kota yang berada di jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan tidak berlebihan kalau dikatakan tidak layak disebut sebuah taman.

Pada pintu masuk taman tampak sampah bekas pembalut wanita dan bekas popok bayi (Pampers) berserak. Di sudut sebelah kiri pintu masuk taman, terlihat tumpukan sampah rumah tangga. Diduga areal tersebut telah dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah warga, sehingga menimbulkan aroma yang tidak sedap.

Begitu juga kondisi di dalam taman tampak tidak adanya perawatan sama sekali. Semak belukar tumbuh subur dimana-mana. Pohon-pohon penghias taman terlihat tumbuh tidak terawat. Od-22