Sejumlah Oknum Kepsek dan Guru SMA di Pakpak Bharat jadi Timses, Disdik Sumut Segera Turun

oleh -537 views

PAKPAK BHARAT – Pilkada Pakpak Bharat bakal digelar 9 Desember 2020. Meski demikian tensi politik sudah mulai memanas.

Tim sukses (timses) pun sudah mulai bermunculan. Tidak terkecuali Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Pemprov Sumut.

Informasi diterima orbitdigitaldaily.com, Selasa (28/7/2020) ASN Pemprov Sumut banyak terlibat. Sejumlah kepala sekolah (kepsek) dan guru di Pakpak Bharat secara terbuka mengajak siswa untuk mendukung salah satu bakal calon bupati. Inisialnya jb, ab dan ls. Bahkan mereka terlibat langsung mengumpulkan massa.

“Informasi oknum kepala sekolah dan oknum guru telah mengumpulkan siswa untuk memilih salah satu bakal calon bupati,” kata sumber.

Sumber pun membeberkan bahwa data-data kepala sekolah dan guru yang telah mengumpulkan siswa-siswa dipegangnya. Katanya tinggal melaporkan kepala kepala dinas pendidikan Pemprov Sumut Lasro Marbun.

“Datanya sudah lengkap. Mulai dari foto-foto pertemuan, hingga bukti rekaman mereka mengumpulkan siswa untuk mendukung salah satu bakal calon,” katanya.

Sumber berjanji secepatnya mengirimkan berkas ke provinsi. Ia pun berharap laporan akan disampaikan kepada dinas pendidikan dan kepala inspektorat Pemprov Sumut.

“Laporannya nanti akan dibuat banyak. Ada ke inspektorat dan dinas pendidikan Pemprov Sumut. Tembusannya ke KASN dan gubernur agar mencopot oknum kepala sekolah terlibat politik praktis,” tegasnya.

Kabar oknum kepala sekolah dan guru mendukung bakal calon bupati sampai kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Sumut Lasro Marbun.

Ia menegaskan guru sebagai bagian dari PNS tidak boleh ikut dan terlibat politik praktis. Ia pun berjanji akan berkoordinasi dengan jajaran di daerah tersebut.

Ia menegaskan, apabila terbukti berdasarkan hasil pemeriksaan tentu sanksinya sesuai peraturan disiplin PNS. “Akan kita sanksi tegas. Nanti berkoordinasi dulu dengan daerah,” ungkapnya.

Diberi Sanksi


Ketua Komite Pemantau Transparansi dan Akuntabilitas Sekolah (KOMPTRAS) Emil Pandiangan pun angkat bicara. Emil mengaku kepala sekolah atau guru-guru jangan terlibat politik praktis apalagi mengumpulkan massa mendukung salah satu bakal calon bupati.

Ia pun berharap Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Sumut Lasro Marbun harus memanggil oknum kepala sekolah SMA dan guru SMA/SMK di Pakpak Bharat. Menurutnya mereka harus diberi sanksi tegas. Bila penting mereka segera dicopot dari kepala sekolah.

“Harus dicopotlah. Mereka kerjanya mendidik siswa-siswa, bukan mengumpulkan siswa untuk mendukung salah satu bakal calon,” tukasnya.

Reporter : Jams