banner 728x250

Sejak Pandemi Covid-19, Produksi Kopi Mandailing Jaya Menurun

Panyabungan | Sejak pandemi Covid-19 permintaan terhadap Banamon Mandheling Coffee yang produksi Koperasi Kopi Mandailing Jaya mengalami penurunan hingga 50 persen

Hal ini disampaikan Zulham Riadi Lubis selaku Sekretaris Koperasi Kopi Mandailing Jaya, Minggu (07/02/2021).

Zulham Lubis yang didampingi Manager Koperasi Mandailing Jaya Idris Sandi Matondang menjelaskan, biasanya Banamon Coffee memasok kopi dalam bentuk greenbean dan rostbean terhadap kafe atau coffee shop hingga ke pulau Jawa.

“Namun, sejak pandemi Covid -19, permintaan cendrung menurun. Ketika kami menghubung para pemilik kafe, mereka beralasan bahwa pengunjung sunyi akibat orang menghindari keramaian”, jelasnya.

Zulham Lubis dan juga menyampaikan, saat ini untuk kopi mandailing memang tidak sedang puncak panen.

“Walaupun tidak masa puncak panen, kami telah mengeluarkan himbauan kepada anggota dan masyarakat untuk tetap memanen kopinya agar pohon tidak rusak”, kata pengurus Koperasi Kopi Mandailing Jaya itu.

Sementara, Idris Matondang menyebutkan, stok kopi digudang koperasi menumpuk karena permintaan pasar yang sangat menurun.

Padahal, ungkap Idris Matondang, beberapa pengepul kopi telah menurunkan harga dan bahkan ada yang menghentikan pembelian gabah petani sama sekali.

“Namun, kami tetap menghimbu petani untuk tetap melaksanakan panen dan menjemur gabah kopi hingga kadar 12 persen agar dapat disimpan lama”, ungkapnya.

Kami paham, kata Idris Matondang, kondisi seperti ini bisa jadi tidak hanya kami yang mengalami, tapi juga di alami Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM) dan koperasi lain.

“Oleh karen, selaku Maneger Koperasi Mandailing Jaya kamu berharap pemerintah dapat memberikan solusi agar para petani kopi dapat menjual kopinya dengan harga yang lebih baik. Atau pemerintah dapat membantu untuk memasarkan kopi dari petani”, harapnya.

Reporter : Sulaiman Nasution