Sampah di Medan, Antara Partisipasi, Sanksi dan Distribusi

oleh -46 views
Salah satu lokasi yang sudah ada tulisan Dilarang Buang Sampah, justeru jadi tempat buangan. Terdapat di atas Jembatan Sungai Denai Jl. Seksama Amplas Medan. (Orbit/Karyadi Bakat)

Catatan: Karyadi Bakat

MEDAN I Mungkin jika dilakukan pendataan dengan mesin digital, seruan untuk tidak membuang sampah sembarangan, baik oleh aparat terkait dari tingkat lingkungan sampai tingkat tertinggi maupun oleh masyarakat di Kota Medan, sulit terhitung jumlahnya.

Tiap hari seruan jagalah kebersihan, dilarang buang sampah di sini, lewat tulisan maupun perkataan setiap saat bisa didengar atau dibaca mnempel di sudut sudut Kota Medan. Tetapi sepertinya imbauan tersebut tak “digubris” warga.

Bahkan areal yang ada tulisan ‘dilarang buang sampah’, justeru menjadi tempat buangan limbah warga. Para pelaku sepertinya gak perduli dengan kebersihan dan tidak ada kesadaran menerapkan hidup sehat. Padahal dalam agama Islam terutama disebutkan bahwa Kebersihan adalah Sebahagian dari Inan.

Hingga kini Kota Medan tidak pernah terlepas dari permasalahan sampah. Pergantian kepala pemerintahan selalu berhadapan dengan sampah. Kenapa demikian salah satunya karena warganya tidak mendukung untuk menjaga sampahnya.

Selain itu tidak tegasnya aturan yang bisa dijadikan patokan untuk diikuti dan dilaksanakan. Sanksi bagi  para pelaku pembuang sampah sembarangan  tak berjalan dengan baik. Tak ada ketegasan, sehingga aturan yang dibuat hanya sebagai selogan saja.