Ribuan Warga Antusias Hijaukan Pesisir Laut Batubara

oleh -919 views
Ratusan masyarakat ikut hijaukan pesisir laut Batubara.

Batubara-ORBIT: Walau diterpa terik matahari namun tidak menyurutkan niat masyarakat untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan. Hal ini dibuktikan, sedikitnya 6000 warga dari berbagai eleman masyarakat di Kabupaten Batubara ikut hadir serta melaksanakan penanaman mangrove di mulai dari bibir Pantai Alam Datuk, Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Senin (15/10/2018).

Bibit yang disediakan dalam kegiatan tersebut sekira 60.000 ribu batang dan akan ditanam di lahan seluas lebih kurang 20 Ha. Kegiatan ini merupakan program Nasional yang dipelopori oleh Kepolisian dan dilaksanakan secara serentak di 5 Kabupaten/Kota yakni Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Batubara dan Kabupaten Asahan.

Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang, SH, M.Hum dalam kesempatan itu mengatakan, Kawasan hutan khususnya mangrove mempunyai keistimewaan dalam berbagai hal baik dari aspek fisik, ekologi dan ekonomi. Dari aspek fisik, mangrove berakar banyak dan batangnya kokoh dan mampu mencegah bahaya tsunami, ombak dan abrasi air laut.

Secara simbolis Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang didampingi ketua Bhayangkari Polres Batubara nyonya Robinson dan Bupati terpilih Ir Zahir melaksanakan penanaman pohon mangrove di bibir Pantai Alam Datuk, Kab Batubara, Senin (15/10/2018). ORBIT/M Saini

“Sedangkan, dari aspek ekologi, mangrove mampu berfungsi sebagai filter polusi air dan udara karena dapat tumbuh pada kondisi tanah berlumpur dan menyerap polutan/asap dari udara. Mangrove sebagai habitat tempat hidup dan berkembangbiaknya berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya,” ujarnya.

Sementara, dari sisi ekonomi, tambahnya mangrove menghasilkan kayu untuk bahan bangunan dan arang serta menghasilkan buah/biji untuk dibuat berbagai panganan/minuman. Kulit batang maupun daun mangrove sangat baik untuk bahan baku pewarna batik dan selanjutnya keberadaan hutan mangrove berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata alam.

“Penanaman mangrove akan kita lakukan sepanjang pesisir laut Batubara. Sebagai titik awal, kita mulai dari Pantai Datuk. Hutan mangrove banyak memiliki keunggulan dan keistimewaan jika dikelola dengan baik,” sebutnya.

Menurutnya, dari hasil berbagai penelitian, hutan mangrove mampu menyerap emisi karbon sebesar 4-5 kali lebih besar dari apda hutan daratan. Dengan demikian, keberadaan hutan mangrove sangat mendukung upaya penurunan emisi gas, apa lagi diwilayah Batubara sebagai pusat kawasan industri nasional dan pabrik industri yang akan sangat berdampak pada lingkungan. Maka keberadaan hutan mangrove menjadi penting dikarenakan mampu menyimpan karbon.

“Dengan mengedepankan konsep kehutanan, masyarakat diminta dapat berperan apalagi belakangan ini muncul berbagai masalah akibat eksploitasi hutan yang berlebihan. Degradasi hutan mangrove dan rusaknya lingkungan kawasan pantai mengakibatkan menurunnya hasil tangkapan ikan dan berkurangnya pendapatan para nelayan kecil,” ujarnya.

Sementara, Ditpolair Polda Sumut Kombes Yosi Muhammartha menuturkan, Kegiatan penanaman mangrove secara keseluruhan diwilayah Sumatera Utara kurang lebih 280 ribu pohon mangrove.

“Dalam rangka menyelamatkan ekosistem laut diperlukan langkah-langkah konkrit. Kegiatan ini tidak hanya seremoni saja, tapi harus dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sangat diharapkan sehingga masyarakat merasa memiliki,” imbuhnya.

Ketua Masyarakat Nelayan Tradisional Batubara Syawaludin Pane mengapresiasi kepada jajaran Kepolisian khususnya Polres Batubara yang telah menjadi pelopor dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Setelah ditanam, ini akan menjadi tanggungjawab kita untuk merawat dan memelihara. Kita hadapkan, kedepan kegiatan ini dapat diperluas. Hutan mangrove ini nanti akan menjadi tempat berkembangbiak ikan, kepiting, udang dan kerang. Kalau hutannya bagus, ikan akan banyak, pendapatan nelayan pun akan meningkat,” katanya. Od-37