Proyek Jalan Tembus Karo-Langkat Distop, Warga Kecam Dinas Kehutanan

oleh -1.174 views
Sejumlah Warga menyandera alat berat milik rekanan di lokasi proyek, mereka minta pengerjaan proyek harus dikerjakan. ORBIT/Daniel Manik

Kabanjahe-ORBIT: Pengerjaan proyek peningkatan jalan Karo-Langkat yang biayanya ditampung di APBD Pemprovsu 2018 sebesar Rp14 miliar distop.

Melihat hal ini, masyarakat merasa Dinas Kehutanan Pemprovsu tidak berpihak kepada rakyat dan menghambat pembangunan.

“Pihak dinas kehutanan tidak usah main ‘Aleb Cendong’, dimana-mana terjadi perambahan liar kenapa didiamkan. Semua orang tahu bagaimana ganasnya perambahan secara membabi buta, tapi apa yang bisa dilakukan dinas kehutanan provinsi,” ujar Ketua DPC Komite Eksekutif Badan Penelitian Asset Negara (BPAN) Sarjana Ginting bersama sejumlah warga perbatasan Karo-Langkat di Kabanjahe, Senin (3/9/2018).

Menurutnya, peningkatan jalan ini untuk kepentingan umum dan nantinya jika telah selesai akan digunakan beberapa Kabupaten di Sumatera Utara termasuk dari Aceh Tenggara sebagai jalur alternatif ke Medan.

Perbaikan jalan akan menguntungkan dua kabupaten dan masyarakat sekitar Gunung Sinabung karena jarak tempuh 5 km (kawasan TNGL) dapat ditempuh dengan waktu 10-15 menit.

“Selain itu, simpul-simpul ekonomi baru akan tercipta baik di sekitar Kuta Rayat, Kecamatan Naman Teran maupun di sekitar desa Telagah Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat,” sebut Ginting.

Ketika hal itu dikonfirmasikan kepada Kepala Bappeda Kabupaten Karo, Ir Nasib Sianturi, ia menjelaskan yang menjadi kendala pengerjaan jalan tembus Karo – Langkat adalah soal kelengkapan administrasi, salah satunya Forum Group Discussion (FGD).

“Masalah tersebut sudah ditindak lanjuti Pemda Kabupaten Karo dan Pemda Langkat kemarin langsung menyurati ke Dirjen Kehutanan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Surat yang sama juga diteruskan ke Pemprovsu agar kegiatan proyek itu dapat di kerjakan sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Warga Kabupaten Karo dan Langkat sudah lama mengharapkan peningkatan jalan itu bisa secepatnya di eksekusi.

“Saya juga mengikuti postingan-postingan di media-media sosial, saya salut dan bangga, warga Karo dan Langkat sangat respek dan kompak,” ujarnya.

Pantauan ORBIT, di sejumlah jejaring sosial seperti facebook, instagram dan twitter ulah dinas kehutanan dicemooh ratusana warga masyarakat Karo dan Langkat. Postingan gambar-gambar dan video seratusan massa menginginkan jalan tersebut dilanjutkan pihak rekanan proyek. Bahkan warga juga menyandera alat berat jenis beko milik rekanan dengan harapan kegiatan dapat dilanjutkan.

Di plank proyek terlihat, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, UPT Jalan dan Jembatan Binje dengan nomor kontrak 602/KPA UPT-B/02/SP-K/2018. Nama paket pekerjaan Peningkatan struktur Jalan Ruas Namu Ukur – BTS Kabupaten Karo di Kabupaten Langkat. Sumber dana APBD Provinsi Sumatera Utara, penyedia jasa PT Akbar Perkasa Indonesia. Dengan nilai kontrak Rp 14.334.418.500,00. Konsultan CV Pemeta Internasional. Masa pelaksanaan proyek 180 hari kalender Tahun Anggaran 2018. Od-Dam