PPATK: Saat Ditelusuri Saldo First Travel Rp7 M

oleh -330 views
Tiga terdakwa kasus First Travel. Ist

Mengelola duit calon jemaah umrah lebih dari Rp 900 miliar, ternyata sisa uang di rekening First Travel hanya Rp 1,3 juta. Ke mana raibnya?

Raibnya uang calon jemaah itu ditanyakan Komisi III DPR dalam rapat bersama Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Badaruddin, Rabu (18/4/2018). Kiagus ditanyakan peran PPATK dalam mencari tahu aliran dana itu.

“Ternyata di rekening First Travel itu hanya tinggal Rp1 juta saldonya. Ada beberapa rekening yang Rp300 ribu, Rp 500 ribu, di beberapa bank, tidak ada di atas Rp1 juta. Ini harusnya PPATK dapat berperan memberi informasi. Ke mana duitnya? Ini sengaja dihabisin menjelang kepailitan,” cecar anggota Komisi III DPR John Kenedy Aziz.

“Sebetulnya, kami ini kan pada saat peristiwa terjadi, kami sedang menelusuri. Sudah itu, kami serahkan kepada penyidik dan dalam aturannya, kalau kami sudah nyatakan serahkan ke penyidik, kami itu melakukan pemberhentian sementara transaksi lima hari,” jawab Kiagus.

“Setelah itu, kalau masih belum selesai tambah 15 hari. Sudah selesai kami serahkan penyidik. Kalau oleh penyidik, rekening itu dibekukan,” sambung Kiagus.

Kiagus menegaskan PPATK selalu memberikan hasil analisis keuangan kepada penyidik kasus First Travel. Saat sedang bekerja, PPATK menyebut uang di rekening First Travel Rp 7 miliar. Dia tak tahu jika ternyata usai dibekukan penyidik, uang di rekening biro umrah tipu-tipu itu hanya tinggal Rp1,3 juta.

“Semua peristiwa itu sudah kami sampaikan, dan pada saat disampaikan itu, rekening-rekening dia itu dibekukan oleh penyidik dan itu akan dijadikan bukti oleh pengadilan. Pada saat itu uangnya sisa sekitar Rp 7 miliar,” katanya.

Ditemui usai rapat, Kiagus menjawab lebih lanjut soal sisa uang Rp 7 miliar milik First Travel yang ditemukan saat ditelusuri PPATK. Kiagus menyatakan pihaknya tidak bertanggung jawab soal sisa uang di rekening First Travel.

“Kita kan nggak tahu itu Rp 7 M diapakan terus… itu kan penjelasan anggota Rp 1,3 juta. Kita kan nggak ikut sidangnya,” ucapnya. Dtc