Polres Langsa Gelar Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Anak

oleh -626 views

LANGSA | Perbuatan lelaki biadap, SB (41) Warga Alue Gadeng Kecamatan Bierem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur. Sumber yang diperoleh lelaki ini, setelah bebas dari penjara karena mendapat asimilasi dalam kasus pembunuhan, malah dirinya kembali melakukan perbuatan terkutuk dengan memperkosa seorang ibu muda DN (28) dan bahkan anak kandung dari ibu muda ini (almarhum R, sembilan tahun) juga dibunuh.

SB merupakan pelaku tunggal dalam kasus pemerkosaan ibu muda yang sedang hamil pada, Sabtu 10 Oktober 2020 sekira pukul 02:00 WIB di rumah korban Desa Alue Gadeng Gampong Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh.

Kapolres Langsa, AKBP Giyarto SH SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief Sukmo Wibowo SIK, menyampaikan hal ini dalam temu pers, Selasa (13/10/2020) terhadap kasus tersangka pemerkosaan ibu muda yang sedang hamil dan pembunuhan terhadap anak korban.

Dijelaskan, sebelum kejadian pelaku SB telah lama memantau kondisi rumah korban yang tergolong sepi kerena letaknya di tengah areal kebun sawit.

Letak rumah korban yang menjadi lintasan pelaku menuju ke kebun, membuat SB timbul niat jahat, karena selain kondisi rumah yang jauh dari pemukiman penduduk, suami korban jarang di rumah pada malam hari karena mencari nafkah sebagai nelayan penjaring udang,” kata Iptu Arief.

Sekira pukul 02:00 WIB, pelaku masuk ke dalam rumah korban melalui pintu depan dengan mencongkel kunci pintu kayu dengan menggunakan parang yang telah di persiapkan. Pelaku yang tidak menggunakan pakaian lengkap dengan memegang parang, membuat korban DN takut dan membangunkan putranya R, agar dapat melarikan diri.

“Melihat korban R, berteriak pelaku panik, sehingga membacok korban dan mengenai pundak sebelah kanan dan menebas leher korban untuk yang ke tiga kalinya, serta menusuk pundak kiri dan dada korban RNG,” lanjut Iptu Arief.

Setelah membunuh anak korban, pelaku menyeret ibu muda yang sedang hamil keluar dari rumah. Pelaku juga membenturkan kepala korban DN ke rabat beton jalan dan mencekiknya, kemudian kemudian melakukan pemerkosaan. Setelah korban pinsan pelaku kembali melakukan pemerkosaan yang kedua kalinya.

Saat DN sadar, pelaku sambil mengikat tangan korban DN dengan menggunakan kain mengatakan kepada korban, “kau ikut aku ya, anak kau kita buang aja ya” dan dijawab oleh korban DN, “jangan, biar bapaknya aja yang kubur. Kemudian pelaku kembali kerumah dengan membawakan karung yang berisi korban RNG dan menuju ke arah sungai berjarak sekitar 3-5 Meter.

Kesempatan itu digunakan oleh korban untuk melepaskan diri dari ikatan yang di lakukan oleh pelaku, dan korban berhasil di selamatkan oleh warga.

Akibat perbuatan tersangka SB (41) Pelaku pemerkosaan ibu muda dan pembunuhan seorang anak berusia dini, dianya terancam hukuman mati.

Tambah Kasat Reskrim. Iptu Arief Sukmo Wibowo SIK, tersangka di jerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 338 Jo 340 Jo 351 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman 20 tahun Penjara dan Pasal 80 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan perempuan, untuk pasti nya kita akan berkoordinasi dengan jaksa dulu pasal mana yang lebih tepat untuk pelaku,” pungkas Kasat Reskrim.

Reporter : Rusdi Hanafiah