Polres Labuhanbatu Amankan 5 Tersangka Sindikat Pengedar Sabu Tanjungbalai-Labusel

oleh -383 views
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan saat menggelar konferensi pers pengungkapan jaringan sabu-sabu Tanjungbalai-Labusel. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

LABUHANBATU– Polres Labuhanbatu mengungkap sindikat pengedar sabu-sabu jaringan TanjungBalai hingga Kabupaten Labusel.

Menurut Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, pada konfrensi pers, Selasa (1/9/2020) sekira pukul 14.00 WIB, pengungkapan yang dilakukan pihaknya dimulai dari kurun 27 Agustus hingga 31 Agustus 2020.

Pengungkapan tersebut merupakan kerja dari Polres Labuhanbatu, Polsek Torgamba dan Polsekta Kota Pinang.

Deni menerangkan ada tiga kasus yang mereka ungkap dengan lima tersangka.

Adapun ketiga kasus, pertama diungkap Satnarkoba Polres Labuhanbatu dengan tersangka BRF (41), warga Tanjungbalai dan AAM (42), warga Tanjungbalai.

Kasus kedua diungkap Polsek Torgamba dengan tersangka APA (37), warga Cikampak Pekan, Desa Aekbatu Torgamba, Kabupaten Labusel dan KP (31), warga Dusun Cindur, Desa Torgamba, Kabupaten Labusel.

Kasus ketiga diungkap Polsekta Kotapinang dengan tersangka BH (41) warga Dusun Karangsari, Desa Sisumut Kota Pinang, Kabupaten Labusel.

Dari semua tersangka berhasil dikumpulkan barang bukti 204,77 gram.

Menurut Deni , dari lima tersangka yang berhasil diungkap, dua tersangka diantaranya warga Tanjungbalai berinisial BRF dan AAM.

Mereka ditangkap Sat Narkoba Polres Labuhanbatu Senin (31/8/2020) malam di Jalan Ujung Bandar, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu dan berhasil menyita 202,97 gram sabu-sabu.

“Kedua tersangka diduga adalah jaringan Tanjungbalai yang menyuplai sabu ke Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan. Dimana kedua tersangka sudah dua kali berhasil meloloskan sabu ke Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan,” jelas Deni.

Pengungkapan ini, kata Deni sebuah komitmen dirinya memimpin Polres Labuhanbatu dalam memberantas narkoba.

“Teman-teman media mari saling bekerja sama dalam pemberantasan narkoba, saling berbagi informasi dalam pemberantasan narkoba,” tuturnya.

Terhadap kelima tersangka, kata Deni, mereka dikenakan pasal 114 Sub 112 Yo 132 UU RI NO.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (Diva Suwanda)