PN Medan Tegur Tergugat Lahan Madrasah Arabiah Kosongkan Bangunan

oleh -304 views

MEDAN – Pengadilan Negeri (PN) Medan melayangkan surat teguran ringan terhadap Yayasan Sech Oemar Bin Salmin Bahadjadj sekaitan pengosongan bangunan yang berdiri di Jalan Kuda, Medan, setelah majelis hakim mengabulkan gugatan Abdul Nasir dkk yang menyatakan lahan wakaf itu merupakan milik Madrasah Arabiah Islamiah.

Surat teguran ringan kepada tergugat ringan (aanmaning) itu dikeluarkan oleh PN Medan per tanggal 14 Desember 2020 kemarin.

Menyikapi hal ini, kuasa hukum Masyarakat Pembela Tanah Wakaf (MPTW) Abdul Salam Karim atau yang akrab disapa Salum meminta agar semua pihak menghormati hukum.

“Sudah keluar surat teguran kepada tergugat oleh pengadilan sekaitan lahan tersebut. Sebagai warga negara yang baik, patuhi hukum segera kosongkan lahan itu,” ujar Salum Selasa (15/12/2020).

Untuk itu Salum meminta kepada, Yayasan Sech Oemar Bin Salmin Bahadjadj, selaku termohon sehubungan dengan pelaksanaan sidang aanmaning dalam perkara nomor: 52/Eks/2017/270/Pdt.G/2000/PN.Mdn agar mengindahkan teguran dari pengadilan.

“Kita minta hormati keputusan hukum yang telah berkekuatan hukum tetap. Lebih baik segera kosongkan lahan itu sebelum dilakukan eksekusi oleh aparat penegak hukum,” tegas Salum.

Untuk diketahui, dulunya lahan itu ada tanah wakaf Madrasah Arabiah Islamiah yang diwakafkan oleh Oemar Bin Salmin Bahadjadj.

Perkara masalah tanah wakaf ini sebenarnya sudah dinyatakan berkekuatan hukum tetap sejak tahun 2008.

Namun upaya eksekusi tanah Madrasah Arabiah terus tertunda, karena pemilik rumah, Lim Sun San alias Halim Tjipta Sanjaya dan Oei Giok Leng terus melakukan gugatan balik.

Sejak 2001 diputus di PN Medan warga pemilik tanah wakaf menang, begitu juga banding di PT Medan juga menang. Di MA juga warga menang atas kasasinya.

Tak cuma itu, di saat di PK juga warga menang atas gugatan dari pemilik rumah.

Surat peringatan pengosongan secara sukarela (aanmaning) juga sudah keluar tahun 2014, tetapi tetap saja pemilik rumah terus berulang-ulang melayangkan gugatan, yang diduga hanya untuk memperlambat eksekusi. (Diva Suwanda)

No More Posts Available.

No more pages to load.