Pesta Adat Marak di Karo, Prokes Diabaikan, Terkelin Prihatin Cluster Baru

oleh -49 views


TANAH KARO | Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH prihatin atas maraknya berbagai kegiatan termasuk pesta adat disejumlah jambur di Kabupaten Karo di tengah pandemi Covid-19 sebulan belakangan ini, khususnya Kabanjahe dan Berastagi.

Sehingga banyak pihak menilai ada indikasi pengendoran protokol kesehatan dari pihak terkait.

“Mari kita bekerja sesuai aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Jalankan aturan dan mekanisme yang berlaku, termasuk instruksi Mendagri bahwa Prokes harus diterapkan,” kata Terkelin Brahmana SH MH saat memberi arahan dalam rapat rapat koordinasi bersama bersama Dandim 0205 /TK Letkol Kav Yuli Eko Hadyanto, Kabag Ops Polres Tanah Karo Kompol Dearma Munte dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Selasa (12/1/2021) di ruang rapat asisten.

Menurut Terkelin, maraknya kegiatan pesta adat disejumlah jambur terakhir ini, merupakan sebagai pembelajaran bagi kita semua, jangan nanti akibat maraknya kegiatan pesta adat yang mengabaikan protokol kesehatan di jambur-jambur.

“Muncul kluster baru Covid-19 di daerah kita, sehingga kita saling menyalahkan dan saling mencari kambing hitam. Padahal kalau kita patuhi aturan protokol kesehatan kita bisa terhindar dari penularan virus corona,” katanya.

Sehingga diminta kepada, pihak leading sektor parawisata segera lakukan kordinasi dan kolaborasi dengan OPD terkait, pihak pengelola jambur dan Kepala desa, supaya mereka paham prokes yang sebenarnya, sesuai ketentuan, dan sampaikan jika tidak sesuai maka dia akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Jangan pernahh ragu, jika perlu bubarkan yang melanggar aturan. Pembubaran itu demi kebaikan tidak masalah, pasti masyarakat pro mendukung atas kinerja tim dilapangan nanti,” Tegas Terkelin Brahmana.

Sementara Dandim 0205 /TK Letkol Kav Yuli eko Hadyanto mengaku akhir akhir ini melihat banyak kegiatan pesta di jambur-jambur di Kabanjahe yang notabene belum maksimal melaksanakan protokol kesehatan.

“Sayaa akan terus berbicara jika menyangkut permasalahan Covid-19, ini sangat menarik, kalau didaerah lain pengetatan prokes semakin tajam, namun di daerah kita semakin kendor.“Kita heran dalam pelaksanaan pesta adat, semestinya harus ada rambu dan aturan pembatasan mencegah kerumunan, bukan kebablasan, dan efeknya bisa menimbulkan cluster baru,” tandas Eko.


Kapolres Tanah Karo melalui Kabag OPS Kompol Dearma Munte mengatakan, jika ada pelanggaran prokes saat berlangsungnya pesta adat maupun hajatan pesta.

“Polres Tanah Karo siap mendukung Satpol PP sebagai ujung tombak pemantau penertiban pelanggar prokes dan akan bersinergi dengan aparat TNI dalam melakukan penegakan hukum,” ujarnya.

Reporter : Daniel Manik