Pertama Kali di Medan, Apel Lilin Toba 2019 Dihadiri Kapolri dan Panglima TNI

oleh -676 views
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (tengah) dan Kapolri Idham Azis (kanan) saat memimpin apel gelar pasukan Ops Lilin Toba 2019. (orbitdigitaldaily.com/ Diva Suwanda)

MEDAN – Hari ini Kapolri Jendral Idham Aziz dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memimpin Apel Ops Lilin Toba 2019 yang dilaksanakan di Lapangan Benteng, Medan, Kamis (19/12/2019).

Ini merupakan kali pertamanya gelaran Apel Ops Lilin Toba dipimpin duet dua pucuk pimpinan itu.

“Apel gelar pasukan hari ini di gelar di seluruh Indonesia, bapak Panglima dan saya memilih di Medan untuk memberi motivasi kepada seluruh di jajaran Polda Sumut agar pelaksanaan Operasi Lilin ini aman, lancar dan tertib,” kata Kapolri Idham Azis.

Ia menuturkan, dalam rangka pengamanan jalanannya perayaan natal dan tahun baru (Nataru), TNI dan Polri akan mengerahkan setidaknya 120.000 personel gabungan

“Operasi Lilin tahun ini melibatkan 120.000 personel gabungan TNI dan Polri, aparat pemerintah daerah serta organisasi masyarakat,” kata Kapolri didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Petakan Daerah Rawan Gangguan

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Idham Azis saat mengecek pasukan apel Ops Lilin Toba 2019 di Lapagan Benteng, Medan, Kamis (19/12/2019).

Kapolri juga menuturkan bahwa Apel Gelar Pasukan ini dimulai dari 23 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020.

Kapolri menjelaskan bahwa beberapa daerah yang rawan sudah dipetakan. Ada belas daerah yang dideteksi kerawanannya jelang natal dan pergantian tahun.

“19 daerah kita sudah maping di mana tingkat-tingkat kerawanaanya,” jelasnya.

Ia berharap, pengamanan Nataru tahun ini juga menjadi perhatian semua pihak selain TNI dan Polri.

Idham ingin masyarakat ikut berperan aktif. Ia meminta bersama-sama menjaga pengamanan Nataru.

“Saya berharap dan berdoa rekan-rekan mari kita kerjasama. Karena pengamanan natal dan tahun baru bukan domain TNI dan Polri semata. Tapi harus juga ada peran aktif masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi yang kondusif,” sebutnya.

Terakhir, ia juga meminta kepada awak jurnalis juga memberikan pencerahan kepada masyarakat. Tujuannya untuk meredam setiap ancaman gangguan dengan pemberitaan yang menetramkan.

“Saya juga berharap kerjasama rekan-rekan media agar memberikan pencerahan kepada masyarakat agar kita bisa melaksanan Pam Natal dan Tahun Baru dengan baik. Ingat rekan-rekan dibalik penanganan Natal dan Tahun Baru sebagian warna kita melaksanakan libur panjang,” pungkasnya.