banner 728x250
Medan  

Perangi Covid-19 di Medan, Bobby Nasution Prioritaskan Kesehatan Masyarakat

Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution bersama Kepala BNPB yang juga Ketua Satgas Nasional Covid-19 melihat lokasi Isoter di Medan (foto/Ist)

MEDAN| Kesehatan masyarakat jadi prioritas utama Wali Kota Medan Bobby Nasution selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) baik Darurat maupun Level 4 di Kota Medan. Dalam penerapan PPKM tersebut, Bobby tidak ingin seperti yang dilakukan di daerah lain, dimana masyarakat yang melanggar protokol kesehatan langsung dijatuhkan sanksi. Bagi orang nomor satu di Pemko Medan ini, menekan angka kasus Covid-19 bukan orang (masyarakatnya) yang harus dihukum, tetapi harus virusnya. Karenanya, virusnya harus diperangi bersama sehingga pandemi Covid-19 dapat diatasi.

Jika pun ada masyarakat yang kedapatan melanggar prokes, Bobby Nasution minta tidak dihukum. Justru yang bersangkutan harus diperiksa guna memastikan apakah tubuhnya ada virus Covid-19 atau tidak. Apabila pemeriksaan menunjukkan hasil reaktif, maka warga yang bersangkutan akan dibawa ke tempat isolasi terpusat (isoter) yang dimiliki Pemko

“Seharusnya yang dihukum (diperangi) itu virusnya, bukan orangnya. Yang melanggar prokes, kita periksa apakah tubuhnya ada virus atau tidak. Kalau ada virus, kita bawa kemari (ex Hotel Soechi). Apabila setelah di PCR, hasilnya positif, langsung kita inapkan di tempat ini untuk menjalani isoman,” kata Bobby Nasution saat meninjau tempat isoter di Ex Hotel Soechi Internasional.

Itu sebabnya Bobby Nasution kurang begitu setuju atas sanksi yang dijatuhkan kepada masyarakat akibat melanggar prokes di sejumlah daerah, sehingga akhirnya merugikan masyarakat tersebut. Untuk itulah, selama PPKM, Bobby Nasution memprioritaskan masalah kesehatan masyarakat dengan menyiapkan dua tempat isoter yakni Gedung Pusat Pengembangan, Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Jalan Setia Budi, Medan Helvetia dan Eks Hotel Soechi Internasional Jalan Cirebon. Kedua tempat itu digunakan bagi warga poisitif Covid-19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala (OTG) untuk menjalani isoman.

Khusus eks Hotel Soechi, jelas Bobby, sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana untuk mendukungnya sebagai tempat isoter. Diungkapkannya, ex Hotel Soechi memiliki 240 kamar dengan fasilitas yang sangat baik, termasuk fasilitas gym dengan peralatan yang lengkap, kolam renang (dilarang dipergunakan), lapangan tennis dan basket.