Pemprovsu Akhiri Kerjasama dengan RS Martha Friska

oleh -14 views
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat memberi sambutan di RS Martha Friska Medan, Selasa (4/5/21). Kerjasama antara Pemprov Sumut dan RS Martha Friska dalam menangani pasien Covid-19 resmi berakhir.(foto/ist)

“Kebetulan kita meminjam tempat untuk pasien kita. Pertama hanya 6 bulan karena kita prediksi selama 6 bulan covid-19 itu selesai. Lanjut menjadi satu tahun, begitu mau ditutup pasien masih begitu banyak,” ungkapnya.

Mantan Ketua Umum PSSI pun berharap, meski tak lagi dikelola Pemprov Sumut, RS Martha Friska diharapkan tetap beroperasi sehingga para relawan tenaga kesehatan yang bertugas merawat pasien Covid-19, masih memiliki wadah untuk bekerja.

“Dengan tutupnya ini, tapi kita tetap melobi agar rumah sakit tetap dibuka, sehingga memakai tenaga kesehatan-tenaga kesehatan kita,” ujarnya.

Pasca penutupan ini maka selanjutnya, sebut Edy, bagi pasien covid-19 kategori berat dan sedang akan dirujuk ke RS Adam Malik, RS Haji, RS FL Tobing, RS Royal Prima dan lainnya.

Ia mengungkapkan saat ini jumlah tempat tidur yang terisi merawat pasien covid-19 sebanyak 64 persen.

“Berarti 36 persen lagi, siap menampung pasien, saudara-saudara kita. Untuk pasien khusus ibu dan anak ada 9 room di Rumah Sakit Haji,” jelasnya.

Direktur RS Martha Friska, dr Fransiscus Ginting menyebutkan, pasca-berakhir kerja sama dengan Pemprov Sumut, maka owner RS Martha Friska akan mengelola rumah sakit, salah satunya untuk menangani pasien covid-19.

Begitu juga bagi para relawan tenaga medis, bila akhirnya rumah sakit tersebut kembali beroperasi, maka akan menjadi prioritas untuk diperkerjakan oleh manajemen RS Martha Friska.

“Kalau pun nanti tidak dikelola oleh Pemprov, tapi pemilik berencana akan melakjutkan, khususnya pelayanan covid-19 dengan kapasitas 200 tempat tidur,” sebutnya.cr-03