Pemkab Karo Seimbangkan Suplay dan Daya Beli Masyarakat

oleh -122 views
Gubsu Edy Rahmayadi memberi penjelasan tentang pengendalian inflasi daerah kepada 23 kepala daerah Kabupaten kota dala Rakor TPID

TANAH KARO| Pengendalian inflasi saat ini tidak bisa hanya berfokus pada upaya-upaya pengendalian harga saja, tetapi juga harus diarahkan untuk memastikan terjaganya daya beli masyarakat melalui penguatan perlindungan sosial dan dukungan terhadap sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal itu dikatakan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH, saat menghadiri Rapat Koordinasi Provinsi (Rakorprof) TPID Semester II tahun 2020, berthema “Transpormasi Digital UMKM Pangan Untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Stabilitas Harga dan Menuju Indonesia Maju,” yang dibuka Gubernur Sumatera Utara Utara Edy Rahmayadi, Selasa (24/11/2020) di Hotel Mikie Holiday Berastagi.

Menurut Terkelin, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karo cukup memuaskan, dimana dalam paparan Gubernur Sumatera Utara, sesuai data anggaran APBD Kabupaten Karo tahun 2020 sebesar 1,21 Triliun, realisasi hingga semester III pencapaian sampai bulan September 2020, Kabupaten Karo mampu membelanjakan sebesar 47,84 %.

“Untuk menjaga stabilitas ekonomi rakyat, Pemkab Karo selalu berupaya menyeimbangkan suplai dan demand (daya beli) di masyarakat. Setiap SKPD kita minta menyusun anggaran dana program padat karya agar meningkatkan suplai dan demand masyarakat. Dengan seimbangnya suplai dan demand maka harga akan terjaga dengan baik,” katanya.