banner 728x250

Pemerintah Desa Pon Panggil Pengusaha Pembakaran Batok Kelapa

pemerintah desa pon
| Pemerintah Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, memanggil seluruh pengusaha pembakaran arang batok kelapa.(ist)

SERGAI | Pemerintah Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, memanggil seluruh pengusaha pembakaran arang batok kelapa, yang tak memasang cerobong asap pada, Rabu (15/06/2022).

Menurut Kepala Desa Pon Adrianto SP, kepada orbitdigitaldaily.com, pemanggilan ini sehubungan dengan keresahan warga atas dampak yang ditimbulkan dari pembakaran arang batok kelapa, karena sebagian besar pelaku usaha arang batok tidak memasang cerobong asap pada tungku pembakaran, sehingga asap bakaran arang batok menyebar ke pemukiman warga.

Berdasarkan data yang didapat dari Pemerintah Desa Pon, saat ini jumlah Tungku pembakaran arang batok di Desa Pon ada berjumlah sekitar 13 tungku yang tersebar di masing masing, Dusun 1 sebanyak sepuluh tungkuh, Dusun 3 sebanyak dua tungkuh, dan Dusun 5 satu tungkuh. Dari jumlah ini baru 2 pengusaha yang memasang cerobong asap.

Atas dasar itulah kemudian Pemdes Pon memanggil para pengusaha pembakaran arang batok untuk mencari solusi, agar pengusaha tetap dapat menjalankan usahanya tanpa mengganggu lingkungan sekitarnya.

Dalam pertemuan ini, pihak Pemdes Pon juga mengundang pihak Polsek firdaus yang dihadiri oleh Wakapolsek firdaus Iptu. Barito Siregar , serta Babinkantibmas serta Babinsa dari Ramil 10 Sei Rampah.

Hasil dari pertemuan tersebut, semua pihak pengusaha arang batok berjanji secara tertulis untuk memasang cerobong asap dengan rentang waktu paling lama tiga bulan sejak pertemuan ini, dan jika ini tidak dilakukan, maka mereka bersedia usahanya ditutup.

Kepala Desa Pon Adrianto berharap kepada para pengusaha agar mengikuti aturan, agar kesehatan warga lainnya tidak terganggu.

“Kita minta semua pengusaha untuk memasang cerobong, agar asap yang ditimbulkan oleh pembakaran arang batok tidak mengganggu warga lainnya”. Kata Adrianto usai pertemuan kepada wartawan orbit digital daily.

Reporter | Pujianto