Pemda Madina Usulkan 20 Titik Lokasi Tambang Jadi WPR

oleh -2.014 views
Bupati Madina H Mhd Jakfar Sukhairi saat memberikan keterangan terkait Tambang. (foto/Sulaiman)

PANYABUNGAN| Bupati Madina Mhd Jafar Sukhairi Nasution dalam rapat penertipan Tambang Ilegal Daerah Aliran Sungai ( DAS )di Kec.Batang Natal, Kec Lingga Bayu Kec Ranto Baek,dan Kec Muara Batang Gadis,  mengkhawatirkan  aktivitas pertambangan yang bisa mengancam masa depan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) senin ( 15/11/2021).

Hal tersebut terungkap saat Bupati Madina bersama jajarannya di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina menggelar rapat rencana penertiban tambang ilegal yang menggunakan alat berat Excavator di Aula kantor Bupati Madina yang dihadiri Forkopimda Madina dan Camat setempat juga Kepala Desa yang berada diwilayah tambang.

Dikatakan Bupati, kondisi sungai Batang Natal sekarang ini yang sangat mengkhawatirkan diakibatkan oleh aktivitas tambang ilegal yang beroperasi didaerah itu menggunakan alat berat.

Menurutnya, selain kondisi airnya yang parah, juga berdampak terhadap lingkungan didaerah itu bertambah rusak. Karena, disebutkannya, sungai Batang Natal merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Seterusnya dalam melakasanakn penertiban ini, mengedapankan kehati-hatian dalam melakukan kebijakan, karena menyangkut masa depan Kabupaten Madina dan kepada anak cucu.