Pembunuh Ketua Permata GBKP Sukanalu Dihukum 3,6 Tahun

oleh -5.063 views
Keluarga ketua Permata GBKP Sukanalu meluapkan kekecewaannya terhadap putusan hakim yang tidak masuk akal itu (foto/ist)

KARO | Sidang putusan kasus pembunuhan Ketua Permata GBKP Sukanalu Yoga Wijayanta Sembiring di Pengadilan Negeri Kabanjahe ricuh, Selasa (28/12/2021).

Pasalnya keluarga korban tidak terima atas putusan majelis hakim yang dipimpin Sulhanudin SH MH didampingi hakim anggota Sanjaya Sembiring SH MH dan Adimartogu Simarmata SH MH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Reza Nasution, yang hanya memvonis/menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Abram Sitepu hanya 3 tahun 6 bulan penjara potong masa tahanan, hanya setengah dari tuntutan jaksa sebelumnya.

Padahal sebelumnya pada sidang tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) David L Sipayung menuntut terdakwa Abram Sitepu 7 tahun penjara, potong masa tahanan, karena sesuai fakta persidangan, terdakwa terbukti telah bersalah melanggar pasal 354 ayat (2).

Mengawali sidang yang tidak dihadiri terdakwa dan diwakili oleh penasehat hukumnya Bukit, majelis hakim terlebih dahulu membacakan putusan hukuman terdakwa secara rinci. Namun Ketika ketua Majelis Hakim Sulhanudin SH MH memperjelas kembali putusan hukum terdakwa Abram Sitepu, keluarga korban serentak beranjak berdiri melakukan protes terhadap hakim majelis.

Dalam ruangan sidang yang suasananya ricuh itu, keluarga dan kerabat korban pembunuhan menuding hakim tidak adil dalam menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Abram Sitepu. Kuat dugaanpara Majelis hakim telah menarima suap untuk meringankan hukuman terdakwa.

“Padahal dia (Abram Sitepu) telah banyak melakukan penganiayaan terhadap warga desa sekitar. Ini bisa dibuktikan, saya bisa menghadirkan para korban penganiayaan Abram Sitepu itu. Dari penyiksaannya terhadap warga belum pernah terungkap, baru kali ini terungkap, ini korban yang kelima,” ucap Jakup Sitepu.