Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan Terhadap Siswi SMP Terancam Hukuman Mati

oleh -136 views
pelaku pemerkosaan dan pembunuhan
Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan FS (19) terhadap siswi SMP sedang dilakukan introgasi oleh pihak Polres Langkat,.(ist)

LANGKAT | FS (19) sang pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap A (14) siswi SMP, yang terjadi di pada Selasa 21 Juni 2022 lalu di area lapangan golf Kecamatan Sei Lepan, Kabuoaten Langkat, terancam hukuman mati. Hal itu diutarakan Kapolres Langkat, AKBP Danu Pamungkas Totok saat melaksanakan Konferensi Pers pada, Kamis (30/6/2022). 

Dalam Kesempatan Itu Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok menunjukkan, barang bukti milik korban A (14) dan barbut milik pelaku pemerkosaan dan pembunuhan FS (19) diantaranya sepatu korban, selendang putih milik korban, ikat rambut korban, celana dalam korban dan Batu untuk memukul kepala korban. 
Polisi juga mengamankan celana dan baju milik pelaku dan juga sandal jepit saat dipakai melakukan pembunuhan dan perkosaan terhadap korban. 

Ketika awak media menanyakan bagaimana kronologis kejadian sebenarnya. pelaku pun menceritakanya  kronologinya. Ketika itu pelaku FS mengajak korban naik sepeda motor bersamanya untuk jalan-jalan pergi ke Lapangan Golf.

Lalu korban As ikut dan berboncengan dengan pelaku, lalu pelaku mengarahkan sepeda motor miliknya ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mereka singgah alasan untuk mengejar burung yang berada di semak-semak. 

Dalam aksinya pelaku mengakui sempat berpelukan dan mencium korban, sehingga dan korban pun sempat menggit bibir pelaku sehingga pelaku kayak kerasukan lalu memukul korban sebanyak 2 x di bagian kepala, sehingga korban jatuh pingsan.

Dan disitulah pelaku melakukan aksi bejatnya, terhadap korban yang sudah terberdaya akibat terkena pukulan. Setelah beberapa menit korban mulai siuman dan sadar lalu korban menangis, dan sempat mengatakan akan melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Lalu pelaku panik dan kembali memukul korban dibagian kepala sehingga meninggal dunia.

Menurut Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok, pelaku dipersangkakan pasal 338 KUHPindana Subs Pasal Pasal 351 ayat (3) KUHPidana Jo Pasal 81 ayat (1) UURI Nomor 17/2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1/2016, tentang prubahan kedua atas UU Nomor 23/2022  tentang perlindungan Anak. 

Terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Kapolres didampingi Kapolsek Pangkalan Brandan AKP Bram Chandra, Kasat Res Krim Polres Langkat, Kanit Pidum Polres Langkat,  Kasubag Humas Polres Langkat AKP Joko Sumpeno dan Jajaran Polres Langkat. 
Konferensi Pers tersebut diadakan di Stabat Markas Polres Langkat. 

Reporter : Muslim