banner 728x250
Medan  

Pajak Parkir di Kota Medan Diduga Bocor, Ini Kata BPPRD

Kantor BPPRD Medan, Jl AH Nasution. (Foto/Ist)

MEDAN – Oknum pegawai Dinas Badan Pengelola Pajak dan Rertebusi Daerah (BPPRD) Kota Medan diduga terlibat manipulasi sejumlah data pemungutan wajib pajak parkir.

Diperkirakan potensi kerugian Pemko Medan mencapai hingga ratusan juta, akibat ulah oknum tak bertanggungjawab. Disinyalir utak-atik itu data itu telah berlangsung cukup lama.

Menurut informasi diterima orbitdigitaldaily.com, peristiwa itu bermula salah satu pengusaha hendak mengelola wajib pajak parkir disekitaran Komplek Jalan Gatot Subroto – Kota Medan.

Aksi penolakan warga pun timbul dan akhirnya bergulir ke DPRD Medan hingga digelar rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi IV DPRD Kota Medan atas aksi penolakan warga sekitar September 2021 lalu.

Selanjutnya, Komisi IV DPRD Kota Medan meninjau lokasi meski tidak ada kesepakatan antara pihak pengelola dengan warga sekitar.

Anehnya, meski aksi penolakan warga tak membuahkan hasil. Namun kegiatan pengutipan pajak parkir seketika beroperasi atas dukungan oknum dewan, sang wakil rakyat.

Belakangan diketahui, pengelola wajib parkir atas perseorangan sebagai peserta wajib pajak daerah (NPWPD) pada tanggal 16 Mei 2016 silam. Seyogianya pengelolah wajib parkir berbadan hukum perusahaan.