OTT Politik Uang Saat Pemilu, Cory: Partai Gerindra Karo “Hancur”

oleh -847 views
Ketua DPC Gerindra Cory Sriwati Sebayang saat dikonfirmasi sejumlah awak media. ORBIT/David

Karo-ORBIT: Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Karo Cory Sriwati Sebayang mengatakan, kondisi DPC Partai Gerindra Kabupaten Karo saat ini sedang “hancur“.

Cory menjelaskan, dengan adanya kasus operasi tangkap tangan (OTT) dugaan money politic (politik uang) yang menyeret sejumlah nama calon legislatif (caleg) dari Partai Gerindra Kabupaten Karo Pemilu 2019 lalu, menyebabkan elektabilitas partai yang dipimpinnya banyak menurun.

“Dengan adanya hal-hal yang demikian, penangkapan dan segala macam itu, pasti elektabilitas dari partai kita banyak menurun. Saya katakan hancur-hancuranlah. Cuma dalam hal ini, apa partai kami saja yang dihancurkan,” sebut Cory saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di depan aula kantor bupati karo, jalan Jamin Ginting Kabanjahe, Rabu (8/5).

Karena menurut orang nomor dua di Kabupaten Karo ini, soal penangkapan terkait money politic seratus persen rata-rata seperti itu.

“Pernah juga saya tanyakan, katanya banyak yang ditangkap. Kenapa dilepas saya bilang, tidak cukup bukti kata mereka,” tambah Cory. 

Namun begitu, Cory mengatakan tetap bersyukur atas perolehan suara partainya mendapatkan lima kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karo walaupun banyak masalah yang dihadapi.

Disinggung terkait adanya isu telah beredarnya sejumlah uang ke oknum tertentu untuk mengamankan kasus OTT yang melibatkan sejumlah anggota dari Partai Gerindra Kabupaten Karo, Cory membantah. “Gak ada dek, gak ada itu,” tegas Cory. Namun Cory mengaku sempat mendengar isu tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Polres Tanah Karo bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karo melakukan operasi tangkap tangan terhadap beberapa orang tim sukses (timses) dan calon legislatif (caleg) dari Partai Gerindra pada Pemilu 2019, yang dilakukan pada Senin, 15 April 2019, dua hari sebelum hari pencoblosan (masa tenang). 

Kasus tersebut merupakan yang pertama terjadi dalam sejarah pesta demokrasi pemilihan umum di Kabupaten Karo, dan sudah menjadi isu nasional. od-22