Nasib Pendidikan Kota Medan di Tengah Pandemi Covid-19

oleh -3 views

MEDAN | Sistem belajar daring atau online sangat efektif dalam mencegah anak didik terpapar Covid-19. Dinas Pendidikan Kota Medan melalui program-programnya memastikan agar kualitas pembelajaran tetap terjaga meski melakukan proses belajar dari rumah.

“Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan hampir satu tahun membuat semua harus beradaptasi dengan perubahan yang ada. Tapi saya yakinkan untuk semua kegiatan dan pembelajaran daring tetap berjalan dengan baik. Kami tetap melakukan evaluasi dan perbaikan. Apalagi jaringan internet di Kota Medan sudah oke,” katanya.

“Kemendikbud juga memberikan kuota gratis selama proses daring berjalan. Di Kota Medan sendiri, Pemko menyediakan jaringan wifi gratis yang bisa dinikmati bersama berbagai tempat yang sudah ditentukan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Adlan MM saat podcast bareng Orbit di kantor Orbit Digital Jalan Asrama Medan, Rabu (20/1/2021).

Diawal 2021 kata Adlan menanggapi banyaknya protes tentang proses belajar jarak jauh, Kadisdik Kota Medan ini mengimbau agar para wali murid menahan diri sambil terus menjaga disiplin protokol kesehatan.

Plus minus pembelajaran jarak jauh kata Adlan bahwa guru semakin cerdas dalam menggunakan teknologi.

“Untuk beradaptasi, mau tidak mau, semuanya harus belajar untuk mengikuti kemajuan supaya tidak tertinggal. Maka kami pun dari dinas pendidikan Kota Medan membekali seluruh guru untuk mengikuti workshop terkait pembelajaran daring,” terangnya.

Walau belajar dari rumah, lanjutnya kegiatan ekstra di sekolah tetap dilaksanakan secara terbatas.

“Tetap ada kegiatan seperti kemarin SMP 3 Medan berhasil mendapatkan posisi lima besar diacara lomba cerdas cermat tingkat nasional,” cetusnya.

Ke depannya kata Adlan menegaskan bahwa Disdik Kota Medan akan terus mengevaluasi pembelajaran daring agar semakin efektif dan efisien.

Menurut nya terkait adanya keberatan wali murid yang tetap membayarkan uang sekolah secara penuh walau tidak mendatangi sekolah.

“Walau belajar secara daring tapi pembelajaran dan proses administrasi di sekolah tetap berjalan,” tegasnya.

“Agar kita sama sama berkerja menekan penularan virus agar kita bisa kembali menjalani kehidupan normal seperti semua sebelum adanya virus corona, karena sekolah akan dibuka saat surat keputusan bersama (SKB) sudah diresmikan,” terangnya.

Akhir percakapan Adlan mengatakan bahwa selama masa pandemi, orang tua, siswa dan guru saling bekerjasama agar kualitas pendidikan anak masing-masing terjaga.

(Nico Butarbutar/PKL)