Menanti “Nyanyian” Azis, Korupsi Walikota Tanjungbalai M Syahrial Diduga Melibatkan Nama Beken di Sumut

oleh -38 views
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin usai diperiksa KPK terkait dugaan korupsi Walikota Tanjungbalai (foto/ist)

MEDAN| Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin akhirnya memenuhi panggilan penyidik Komisi pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (9/6/2021) setelah sebelumnya mangkir.

Politisi Partai Golkar ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021.

Azis diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AKP Stepanus Robin Pattuju yang merupakan mantan penyidik KPK. Selesai diperiksa, Azis enggan berkomentar terkait pemeriksaannya. Ia juga tidak menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan awak media.

Pantauan di lokasi, Wakil Ketua DPR Bidang Politik dan Keamanan ini keluar dari Gedung KPK pukul 17.37 WIB. Ia mengenakan kemeja batik berwarna merah dan memakai masker berwarna biru. Azis langsung keluar menuju mobil yang telah menunggunya.

Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebutkan bahwa Azis merupakan pihak yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa terkait perkara tersebut.

“Sehingga keterangannya diperlukan agar menjadi lebih terang dugaan perbuatan para tersangka dalam perkara ini,” ucap Ali dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6/).

Menanggapi pemeriksaan Azis Syamsuddin, Ketua PC PMII Kota Medan Rahmat Ritonga melihat kasus korupsi yang menjerat Walikota Tanjungbalai, M Syahrial agaknya banyak menyeret-nyeret sejumlah nama beken di Sumut.

Menjadi pertanyaan pula, kata Rahmat, siapa pihak yang mengenalkan Walikota Tanjungbalai M Syahrial dengan Azis Syamsuddin. Ini perlu pula diusut keterlibatannya, apa niatnya.

“Ya seperti kita ketahui, skema perjalanan kasus korupsi itu seperti ‘gurita’ semuanya saling terkaitpaut. Azis Syamsuddin petinggi Golkar, Syahrial Ketua Golkar Tanjungbalai. Karenanya kita mananti “nyanyian” Azis setelah diperiksa KPK siapa yang mengenalkan M Syahrial dengan Azis Syamsuddin, apa tujuan dan niatnya. Jadi,” ujar Rahmat ketika dimintai tanggapannya oleh Harian Orbit, Rabu (9/6).

Rahmat memberikan apresiasi kepada KPK yang terus mengungkap sejumlah korupsi di Sumut tanpa pandang bulu.

“Bahkan, oknum penyidik KPK yang akan ‘mengamankan’ kasus dugaan korupsi Walikota Tanjungbalai pun ikut diangkut. Saatnya penyidikan KPK juga menyasar aktor-aktor lain yang kemungkinan bersubahat untuk mengamankan jeratan kasus dugaan korupsi M Syahrial di KPK,” tegasnya.

“Jadi sekali lagi siapa yang mengenalkan M Syahrial dengan Azis Syamsuddin, apa motifnya dan apa tujuannya. Ini juga perlu ditelusuri, diperiksa oknum-oknumnya. Saya rasa ini perlu demi tegaknya keadilan,” tegas Rahmat.

Sebagaimana diketahui penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju, disebut sempat bertemu dengan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Oktober 2020. Stepanus kini jadi tersangka kasus suap Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020-2021.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan pertemuan itu dilakukan di rumah dinas Azis, di Jakarta Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Azis memperkenalkan Stepanus dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

“Karena diduga MS memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap Penyidikan dan meminta agar SRP dapat membantu supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK,” ujar Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kamis, 22 April 2021.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga orang tersangka yakni Stepanus Robin Pattuju, seorang pengacara bernama Maskur Husein dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Stepanus Robin merupakan penyidik KPK dari Polri yang diduga meminta uang Rp 1,5 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Pemberian uang itu dimaksudkan agar kasus yang dialami M Syahrial terkait penyidikan suap yang diusut KPK di Pemerintah Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara dihentikan.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut, Stepanus Robin dikenalkan kepada Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial oleh Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Penyidik KPK bersama pengacara dan Walikota Tanjungbalai bertemu di rumah dinas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di wilayah Jakarta Selatan pada Oktober 2020.

“Dalam pertemuan tersebut, AZ (Azis Syamsuddin) memperkenalkan SRP (Stepanus Robin Patujju) dengan MS (M Syahrial) karena diduga MS (M Syahrial) memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK,” ucap Firli.

Pertemuan itu, kata Firli, dilakukan agar kasus yang dialami Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial tidak naik ke tahap penyidikan. M Syahrial, menurut Firli, meminta agar Robin dapat membantu supaya permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

Setelah pertemuan itu, penyidik KPK Stepanus Robin Patujju mengenalkan M Syahrial kepada pengacara bernama Maskur Husain untuk membantu menyelesaikan masalahnya dengan membuat komitmen.

“SRP (Stepanus Robin Patujju) bersama MH (Maskur Husain) sepakat untuk membuat komitmen dengan MS (M Syahrial) terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang sebesar Rp 1,5 miliar,” ucap Firli.

M Syahrial, kata Firli, setuju dan mentransfer uang sebanyak 59 kali melalui rekening Riefka Amalia yang merupakan teman Stepanus Robin. Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial juga memberikan uang secara tunai kepada penyidik KPK Stepanus Robin Patujju hingga total Rp 1,3 miliar. or-03 (berita sudah tayang di e paper Harian Orbit Kamis 10 Juni 2021)