MAA Aceh Singkil: Penyelesaian Peradilan Adat di Laut Harus Segera Dibuat

oleh -97 views
Ketua MAA Aceh Singkil memberikan materi dihadapan puluhan nelayan pada sosialisasi tentang peradilan adat dan peradilan adat laut di Pulau Banyak Aceh Singkil, baru-baru ini. (foto/ist)

ACEH SINGKIL| Persoalan pelanggaran batas wilayah tangkapan yang bisa diatur dalam peradilan adat laut, kerap terjadi di kawasan perairan di Kepulauan Banyak. Masyarakat berharap ada kepastian hukum terkait penyelesaian sengketa laut tersebut.

Baru-baru ini para mukim dan nelayan Pulau Banyak juga sempat mengundang Lembaga Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil untuk membahas terkait aturan untuk penyelesaian sengketa laut dalam peradilan adat laut tersebut.

Ketua MAA Kabupaten Aceh Singkil Zakirun Pohan dikonfirmasi Orbitdigitaldaily, Jumat (1/9/21) mengatakan, MAA telah menghadiri langsung undangan Mukim dan nelayan untuk membahas aturan hukum dalam peradilan adat tentang konflik yang terjadi di laut.Banyak keluhan nelayan, seringnya masuk kapal dari Aceh Selatan dan Sibolga kewilayah zona tangkapan tradisional.

“Persoalannya, sering bersandar kapal dari luar wilayah Aceh Singkil. Sebagian masyarakat memperbolehkam masuk tapi buat persyaratannya. Apakah berupa bentuk kompensasi untuk masyarakat, atau sumbangan masjid maupun anak yatim,” sebut Zakirun.

Untuk penyelesaian tentang peradilan adat di desa merupakan kewenangan Mukim. Dan persoalan sengketa laut merupakan kewenangan Panglima Laut.