Longsor yang Tutup Jalan Madina Sudah Bersih, 17 Korban Telah Dievakuasi

oleh -295 views
Foto/BNPB

Medan-ORBIT: Sebanyak 11 titik longsor yang awalnya menutup beberapa ruas jalan di Mandailing Natal dapat diatasi. Alat berat dikerahkan untuk membantu evakuasi korban dan membersihkan material longsor. Evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan bersama relawan dan masyatakat berbuah hasil.

Sebanyak 17 korban meninggal akibat banjir bandang telah ditemukan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (14/10/2018).

“Jumlah korban meninggal dunia tercatat 17 orang hingga malam ini yaitu 12 orang anak sekolah di Kecamatan Ulu Pungkut, 3 orang pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis, dan 2 orang yang kecelakaan mobil masuk ke Sungai Aek Batang Gadis saat banjir,” ujarnya.

Sebanyak 12 anak tersebut, lanjut Sutopo adalah pelajar SD Negeri 235 di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut yang saat itu, Jumat (12/10/2018) sore tengah sekolah. Total pelajar di sekolah tersebut ada 29 anak, 17 anak berhasil diselamatkan dan semua korban adalah anak-anak berusia di bawah 12 tahun.

“Dari 17 anak yang selamat 7 anak diantaranya luka-luka dan dirawat di Puskesmas setempat. Selain itu 2 orang guru juga ditemukan selamat. Korban selamat ditemukan di bawah reruntuhan bangunan dan sebagian terseret oleh banjir bandang,” ujarnya.

Banjir bandang juga menyebabkan 12 rumah hanyut dan rusak total, 9 rumah rusak berat dan 3 bangunan fasilitas umum rusak berat di Desa Muara Saladi. Masyarakat mengungsi di rumah kerabatnya.

“Sedangkan 2 korban meninggal yang ditemukan di dalam mobil yang terjebur ke Sungai Aek Batang Gadis adalah seorang pegawai PT. Bank Sumut dan seorang anggota Polri yang sedang mengawal pegawai PT Bank Sumut. Korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. Sedangkan korban 3 orang pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis juga sudah diserahkan pada keluarga,” katanya.

Penanganan darurat masih dilakukan. Bupati telah menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor di Kabupaten Madina selama 7 hari (12-18 Oktober 2018). BPBD Mandailing Natal bersama BPBD Provinsi Sumut, TNI, Polri, SAR Daerah, SKPD, PMI, dan relawan menangani darurat bencana. Bantuan terus disalurkan kepada korban dan masyarakat terdampak.

Sementara itu, evakuasi dan penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di luar Mandailing Natal juga terus dilakukan BPBD bersama aparat setempat. Di Kota Sibolga, 4 korban longsor sudah dimakamkan. Di Tanah Datar korban tercatat menjadi 5 orang meninggal dunia, 1 orang hilang dan 1 orang berhasil diselamatkan. Evakuasi akan dilanjutkan besok pagi. Sedangkan di Padang Pariaman ditemukan 3 orang meninggal dunia dan Pasaman Barat 1 orang meninggal dunia.

“Daerah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sudah memasuki musim transisi ke musim hujan. Hujan dengan intensitas deras berpotensi terjadi sehingga dapat berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor. Pemda dan masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir dan longsor,” ujarnya. OD-02