Lima Pegawai Kimia Farma jadi Tersangka, Keuntungan Rp1,8 M

oleh -471 views

MEDAN| Polisi mendapati stick rapid test Antigen yang didaur ulang pelaku pemalsuan di Bandara Kualanamu digunakan sampai ratusan orang dalam satu hari. Padahal seharusnya, stick itu sudah harus dimusnahkan.
Hal itu terungkap setelmelakukan pemeriksaan intensif dalam kasus penggunaan rapid test antigen bekas yang dilakukan di Bandara Kualanamu, Polda Sumut akhirnya menetapkan lima orang petugas Kimia Farma sebagai tersangka.

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan, kelimanya adalah PC yang menjabat sebagai Bisnis Manager Kimia Farma, beserta empat pegawainya, masing-masing berinisial DP, SP, MR dan RN. “Dari hasil penyidikan yang dilakukan, kelimanya kini ditetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (29/4/2021) petang.

Panca menjelaskan, modus para pelaku sendiri adalah dengan mendaur ulang stick rapid test Antingen yang telah digunakan dengan cara mencucinya sendiri untuk digunakan kembali di Bandara. Dalam sehari sebut dia, stick daur ulang itu bisa digunakan 100-150 orang masyarakat yang hendak melakukan perjalanan. “Tentu itu tidak sesuai standar kesehatan,” jelasnya.