Korupsi Dana Desa, Kades Halimbe Divonis 5,6 Tahun Penjara

oleh -21 views

LABUHANBATU I Pengadilan Negeri Tipikor Medan menjatuhkan vonis pidana penjara selama 5,6 tahun kepada Warsito sepaku mantan Kepala Desa Perkebunan Halimbe, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam persidangan pembacaan putusan yang digelar Senin (24/5/2021), Pukul 16.30 WIB.

Demikian disampaikan Kajari Labuhanbatu Kumaedi SH, melalui Kasi Intelijen Syahron Hasibuan didampingi Kasi Pidsus Noprianto Sihombing, Selasa (25/5/2021) diruang kerjanya.

Menurut Syahron, proses persidangan dilaksanakan secara virtual (online), dimana majelis hakim yang dipimpin Ketua
Mian Munthe dan JPU Septian Tarigan hadir di ruang Pengadilan Tipikor Medan. Sedangkan terdakwa Warsito dan penasehat hukum berada diruang sidang video vonference (vicon) pada kantor Kejaksaan Negeri Labuhanbatu.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa Warsito terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Karena perbuatannya, majelis menghukum terdakwa selama 5 tahun dan 6 bulan penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan denda sebesar Rp. 200.000.000,- subsidair 3 (tiga) bulan.

Kemudian, terdakwa diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp. 561.077.598,- paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap. Jika tidak membayar, maka harta bendanya disita dan dilelang oleh JPU untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka dipidana dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun.

Atas putusan tersebut, baik jaksa maupun terdakwa menyatakan sikap pikir-pikir selama waktu 7 hari untuk menerima atau mengajukan upaya hukum banding.

Syahron menambahkan, Kajari Labuhanbatu Kumaedi sangat berkomitmen dan tidak main-main dengan perilaku kepala desa yang menyimpang dalam mengelola anggaran desa ataupun anggaran Bumdes.

Reporter : Robert Simatupang