Komisi A Pantau Perkembangan Dugaan Pelanggaran Etika Camat Belawan

oleh -679 views
Ilustrasi

Medan-ORBIT: Dugaan pelanggaran etika yang dilakukan Camat Belawan Ahmad SP menjelang Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 di Lurah Sicanang beberapa waktu lalu masih menjadi sorotan.

Terbaru, Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Andi Lumban Gaol menyebutkan pihaknya sangat menyangkan hal itu. Karena, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Ahmad SP dituntut harus netral. “Kenapa begitu, kalau ini benar, harusnya dia (Ahmad SP-red) sebagai ASN harus netral. Bukan malah ikut-ikutan menggiring Kepala Lingkungan (Kepling) untuk memenangkan salahsatu calon,”ujar Andi saat dihubungi ORBIT,Senin (2/7/2018).

Untuk itu, Politisi dari PKPI tersebut meminta walikota untuk segera memanggil camat tersebut agar permasalahan ini terang benderang.
“Walikota melalui inspektorat segeralah panggil camat itu biar permasalahan ini terang. Kalau memang benar dilakukan segera copot dia. Kami dari Komisi A akan ikuti perkembangan ini. Sesegera mungkin akan kami jadwalkan agar camat dipanggil untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP),”sebutnya.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Komisi A DPRD Medan Proklamasi Naibaho. Dirinya menyangkan hal tersebut bisa terjadi. Menurutnya, sebagai seorang camat, Ahmad SP pasti mengetahui etika seorang ASN dalam menghadapi Pemilu. “Tak boleh begitu, harusnya dia sebagai camat pasti tahu dimana batasannya dalam pemilu. Kalau ini memang benar, walikota harus bertindak tegas, harus dicopot dia dari jabatannya,”ucap politisi Gerindra tersebut.

Dirinya juga menyebutkan, akan membawakan masalah tersebut ke Komisi A. “Iya, pasti akan ada RDP ini. Kita biar bisa mendengar klarifikasi langsung dari camat yang bersangkutan. Biar jelas semuanya,”sebutnya.

Sebelumnya Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Medan HT Bahrumsyah juga mengecam tindakan yang dilakukan oknum camat Belawan yang memaksa Kepling untuk memenangkan pasangan Djarot-Sihar dalam kontestasi Pilgubsu 2018.

Aksi tidak terpuji yang dilakukan camat tersebut bermula saat Kamis (21/6/2018) di Kantor Lurah Sicanang Belawan. Saat itu, oknum camat tersebut menyebutkan kalau ada pendukunng Eramas di ruangan tersebut silahkan keluar, karena di ruangan ini adalah pendukung Djoss.

Begitu juga saat penyaluran bantuan PKH, camat membisikkan ke warga agar memiloih Djoss. Begitu juga saat Djoss kalah, SK Kepling tersebut akan tidak diperpanjang.

Kejadian tersebut, menurut Bahrumsyah sangat mencederai para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sudah termasuk sebagai tindakan pelanggaran. “Untuk itu, kita meminta Walikota untuk segera menindak Camat tersebut,” katanya.

Sementara itu Camat Belawan Ahmad SP mengakui dirinya berkata seperti itu. Namun, dirinya berdalih mengatakan hal tersebut agar jika ada Kepling yang mendukung pasangan calon agar keluar dari ruang tersebut. “Saya mengatakan bahwa apa ada Kepling yang mendukung kedua paslon, kalau memang ada silahkan keluar,”dalihnya.

Dirinya juga berdalih mengatakan hal tersebut agar seluruh Kepling untuk bersikap netral kepada kedua paslon. “Disitu saya meminta kepada kepling sebagai orang pemerintahan untuk netral jangan ada berpihak kepada paslon manapun,”jelasnya. (OM-Sat)