Ketua MPC PP Aceh Selatan : Pelaku Pungli Sudah Kita Berikan Sanksi

oleh -280 views
Ketua MPC Pemuda Pancasila Aceh Selatan, Yos Rizal Mauna beserta pengurus MPC PP lainnya, sedang turun lapangan ke pasar Impres melakukan kroscek langsung kepada pedagang pasar agar tidak terjadinya saling fitnah memfitnah,karena fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan.(Foto/Yunardi MIS)

ACEH SELATAN – Isu yang tidak mengenakan terhadap Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Aceh Selatan sejak beberapa hari ini berhembus di media online dan media sosial. Ada pihak yang menuding oknum dari PP Aceh Selatan telah melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap pedagang di Pasar Inpres Tapaktuan.

Menanggapi isu miring tersebut, Pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (8/9/2020) langsung turun ke Pasar Inpres Tapaktuan untuk mengkroscek kebenaran informasi tersebut. Al-hasil, beberapa pedagang di Pasar Inpres Tapaktuan mengaku tidak pernah di Pungli oleh oknum yang mengatasnamakan Pemuda Pancasila.

“Namun demikian ada satu orang pedagang yang mengaku ada oknum yang mengatasnamakan anggota PP meminta sumbangan untuk acara pembentukan PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Tapaktuan. Tindakan oknum tersebut tentu tidak kami tolerir,” ungkap Ketua MPC Pemuda Pancasila Aceh Selatan, Yose Rizal, Rabu (9/9/2020).

Atas tindakan yang inprosedural dan tanpa adanya koordinasi dengan MPC Pemuda Pancasila Aceh Selatan tersebut, lanjut Yose Rizal, pihaknya sudah memberi teguran keras kepada oknum tersebut sesuai AD/ART. “Artinya kami juga tidak membenarkan tindakan yang salah. Namun demikian kami juga perlu meluruskan bahwa oknum tersebut bukan melakukan Pungli,” jelasnya.

Sebab, lanjut Yose Rizal, oknum tersebut hanya meminta sumbangan seikhlasnya untuk acara pembentukan PAC PP Tapaktuan, namun salahnya, lanjut Yose Rizal karena mereka masuk ke Pasar Inpres Tapaktuan tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dan meminta izin kepada pengurus Himpunan Pedagang Pasar Inpres Tapaktuan (HPPIT).

“Ini persoalannya cuma etika saja, contohnya kita masuk ke rumah orang tanpa ijin pemilik rumah. Semestinya jika mereka ingin meminta sumbangan dari pedagang, mereka terlebih dahulu meminta ijin ke HPPIT selaku pemilik rumah bukan asal masuk.”

Seperti diberitakan beberapa media online, Kapolsek Tapaktuan, Iptu Rizal Firmansyah SE melakukan mediasi antara pengurus Himpunan Pedagang Pasar Inpres Tapaktuan (HPPIT) dan pengurus Ormas Pemuda Pancasila (PP) Aceh Selatan, Selasa (8/9/2020). Mediasi yang berlangsung di Mapolsek Tapaktuan tersebut terkait dugaan pungutan liar (Pungli) yang diduga dilakukan oknum mengaku dari Pemuda Pancasila terhadap pedagang yang tergabung dalam HPPTI.

Dari HPPTI terlihat hadir, Arjuna (Ketua), Sarbunis (Ketua Penasehat), Rema Mishul Azwa SE AK (Sekretaris), Ibrahim (Ketua Devisi Sayur), dan Edwar (Bendahara), juga terlihat hadir, Ketua MPC Pemuda Pancasila Aceh Selatan, Yos Rizal Mauna beserta pengurus MPC PP lainnya, termasuk AS pelaku dugaan pungli. Mediasi berakhir damai antara kedua belah pihak tersebut ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan oleh AS dan diketahui oleh Ketua MPC PP Aceh Selatan, dan Ketua HPPTI Arjuna.

Kapolsek Tapaktuan Iptu Rizal Firmansyah kepada wartawan mengatakan, persoalan antara HPPIT dan Pemuda Pancasila telah diselesaikan dengan mediasi, “Kedua belah pihak sudah berdamai, kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi,” harapnya.

Reporter : Reporter YunardiM.IS