Kadis Pertanian Dicecar Dewan Soal Pembelian Escavator Rp10 M dan Keberadaan Investor

oleh -699 views
Plt Kepala Dinas Pertanian Maringan Bancin. (Foto/Ist).

SALAK I Plt Dinas Pertanian Pakpak Bharat Maringan Bancin sering terlihat tertunduk dan membaca naskah di mejanya saat banyaknya pertanyaan Anggota DPRD soal food estate atau lumbung pangan.

Maringan ditanyai sejumlah dewan mulai rencana pembelian alat escavator, traktor yang jumlahnya Rp10 miliar, PAD alat berat, hingga keberadaan investor Parna Raya direncanakan untuk mengelola food estate. Terakhir dewan mempertanyakan kenapa hanya program jagung yang ditanam di lahan food estate.

“Mohonlah dijawab pak kadis pertanian, coba jelaskan dan rincikan apa saja yang dibeli dari uang Rp10 miliar itu. Kemudian bapak coba jelaskan keberadaan perusahaan Parna Raya dalam food estate. Kemudian coba jelaskan kenapa hanya jagung di tanam di lahan food estate, itu saja dulu. Sebenarnya banyak yang saya tanyakan,” kata Parulian Boangmanalu mengawali pembicaraan saat penyampaian nota jawaban bupati atas padangan dewan tentang RAPBD 2022 yang dibacakan sekda, kemarin.

Maringan yang sudah di depan rapat paripurna tampak membuka buku yang berada di depan mejanya. Ia juga tampak beberapa kali melihat telepon gemgamnya.

“Silahkan pak Maringan, berikan jawaban,” kata Sekda Pakpak Bharat Sahat Banurea.

“Menjawab pertanyaan pak dewan, kita akan membeli alat berat untuk mendukung food estate di Pakpak Bharat jumlahnya Rp10 miliar untuk escapator dan traktor,” kata Maringan.

Maringan mengatakan pembelian alat berat bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun dalam penyampaiannya Maringan mengasumsikan ada 300 juta juga PAD yang diperoleh dari pengusaha. “Demikian asumsi kami pak,” kata Maringan.

Parulian lantas mempertanyakan dari mana amsumsi Dinas Pertanian alat berat bisa menghasilkan PAD 363 juga? Makanya saya bilang tadi pak asumsi. Kita belum tahu. Namanya juga asumsi pak,” kata Maringan.

“Oke itu asumsi. Kok bisa bapak mendapatkan amsumsi pendapatan bapak 416 juta. Dari mana sumber bapak itu,” tanya Parulian.

Maringan tampak membuka-buka buku di depannya.

“Gini pak, ada sumber pendapatan di dinas pertanian, termasuk alat berat yang dipergunakan masyarakat, ada tambahan PAD dari bibit ikan,” ungkap Maringan.

Suasana paripurna makin tampak riuh.

“Satu lagi apa dasar Parna Raya membayar retribusi itu? apa mau dia dan apa masukannya sama kita,” tanya Parulian lagi.