Jual Aset Negara, Pengusaha Tamin Sukardi Dituntut 10 Tahun Penjara

oleh -344 views
Pengusaha Tamin Sukardi saat ikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (6/8/2018).

Medan-ORBIT: Pengusaha asal Medan, Tamin Sukardi dituntut hukuman 10 tahun penjara. Ia dinilai telah menyelewengkan aset tanah negara dengan nilai lebih dari Rp132 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (6/8/2018)

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai terdakwa bersalah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana sesuai dakwaan primair.

“Menuntut terdakwa Tamin Sukardi dengan pidana penjara selama 10 tahun dipotong masa tahanan dan terdakwa ditahan dalam rumah tahanan negara,” ucap JPU Salman di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo.

Selain hukuman penjara, JPU juga meminta agar majelis hakim mewajibkan Tamin membayar uang pengganti kerugian negara Rp Rp 132,4 miliar. Dalam tuntutan disebutkan pula, jika uang pengganti tidak dibayar dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang. Seandainya hasil lelang tidak mencukupi untuk membayar kerugian negara, maka dia harus menjalani pidana penjara selama 5 tahun.

Jaksa juga menuntut agar lahan 72 hektare di Pasar IV Desa Helvetia, Labuhan Deli, Deli Serdang dirampas oleh negara. “Untuk selanjutnya diserahkan kepada Gubernur Sumatera Utara pengaturan, penguasaan dan penggunaaannya,” lanjut Salman.

Setelah mendengar tuntutan JPU, Penasihat Hukum terdakwa menyatakan mereka akan menyampaikan pledoi. Pembelaan itu disampaikan pada persidangan pekan depan.

Ketua tim Penasihat Hukum Tamin Sukardi, Fachruddin Rifai, menilai JPU tidak menganggap fakta-fakta persidangan. “Kami tidak mau ungkap (fakta-fakta persidangan yang diabaikan) sekarang. Nanti kita susun dalam pledoi. Tunggu minggu depan,” katanya. Or-11