Jokowi dan Prabowo Keceplosan, dari Sontoloyo hingga Kampanye Depan Bocah

oleh -297 views
Prabowo dan Jokowi/Ist

Joko Widodo dan Prabowo kembali menjadi perbincangan. Belum lamaini, Presiden Jokowi tak kuasa menahan kemarahannya. Ia mengecam politikus yang hanya bisa mengkritik kebijakan pemerintah, tanpa mau melihat manfaatnya.

Jokowi kemudia menyebut Politikus semacam itu ‘Sontoloyo’. Kalimat itu, Ia sampaikan saat penyerahan sertifikat tanah kepada warga di Lapangan Sepakbola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018) lalu.

Ia kemudian memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap politikus sontoloyo. Dikutip dari Liputan6.com, ia menyampaikan, “kenapa setiap hal dihubungkan dengan politik? Itulah kepandaian para politikus mempengaruhi masyarakat. Hati-hati saya titip ini hati-hati, hati-hati, hati-hati,” kata Jokowi, mengucap kata ‘hati-hati’ hingga empat kali

Kemarahan Jokowi ini dipicu oleh munculnya penolakan terhadap rencana pemerintah memberikan dana bagi kelurahan. Dana itu dialokasikan untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan sumber daya manusia (SDM) di perkotaan.

Namun, sejumlah politikus melihat pengucuran dana kelurahan itu sebagai hal yang berbeda. Sebab, dilakukan jelang pemilihan presiden dan pemilihan legislatif.

Di masa kampanye Pilpres 2019 ini, ternyata bukan hanya Jokowi yang keceplosan.

Lawan Jokowi, Prabowo juga kelepasan berkampanye di depan anak-anak saat deklarasi Gerakan Emak dan Anak Minum Susu, di Stadion Klender, Jakarta Timur, Rabu (24/10/2018) lalu.

Acara ini bukanlah kampanye politik melainkan gerakan memopulerkan minum susu. Sejak awal, panitia acara sudah mewanti-wanti agar peserta tidak mengacungkan dua jari selama acara berlangsung, namun justru Prabowo lah yang tak sadar melanggar.

Prabowo mengumbar janji akan melaksanakan gerakan minum susu sampai ke seluruh desa jika ia dan pasangannya terpilih jadi presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019. Total Prabowo sudah berpidato selama 10 menit, sampai akhirnya dia berhenti setelah adiknya, Hasyim Djohohadikusumo, membisikkan sesuatu.

“Saya kira cukup, saya mungkin tadi keceplosan, tapi itu cita-cita saya,” tandas Prabowo.

Aksi Prabowo ini menjadi sorotan. Sebab, berdasarkan Pasal 15 dan Pasal 76 H Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, melakukan aktivitas politik di depan anak dilarang.

Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade saat dikonfirmasi mengatakan, Prabowo tidak melakukan kesalahan.

“Presiden ngomong sontoloyo aja enggak ada masalah, masa Pak Prabowo salah, Presiden ngomong sontoloyo aja enggak ada orang yang berani mempermasalahkannya,” kata Andre dilansir dari Liputan6.com, Kamis (25/10/2018).

Soal politikus sontoloyo, dia menilai, pernyataan itu sebagai makian dan bukan contoh yang baik.

Menanggapi hal ini, tim sukses Jokowi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq menegaskan, pernyataan Jokowi soal politikus sontoloyo wajar dan tidak mengada-ada. Sebab, saat ini, kata dia, politik di Indonesia lebih kepada mengumbar hoaks daripada menggunakan fakta dan data yang jelas.

“Saya tidak khawatir ini menjurus ke elektoral, kalaupun nanti ada kenaikan elektabilitas bukan karena pernyataan sontoloyo, tapi lebih pada kerja nyata Jokowi,” papar Maman. OD-02