Harga Pinang Kering Anjlok, Petani di Abdya Kecewa

oleh -4.588 views
Muliadi Hamit penampung pinang dan cacao di Abdya,saat memperlihatkan stok pinang kering mati sebanyak 50 ton yang lagi dimasukkan ke karung. ORBIT/Only

Abdya-ORBIT: Harga buah pinang kering di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali anjlok pada sebelumnya harga mencapai Rp13 sampai 15 ribu per kilogram, namun kini harga turun dratis menjadi Rp8 sampai Rp9 ribu perkilogram

Muliadi Hamid (45), salah seorang pengepul di Jalan Blangpidie, Tapaktuan mengatakan, harga buah pinang turun per kilonya semenjak tiga bulan terakhir ini

“Benar harga sekarang turun, harga dasar Rp13 ribu perkilogram. Kalau saya membeli ke agen keliling dengan harga Rp11 ribu itu yang bagus keringnya. Jika tidak kering atau basah harganya tetap Rp8 sampai Rp9 ribu,” ujar Mulyadi saat ditemui awak media di kedainya.

Ia mengakui, masyarakat banyak yang terkejut dengan anjloknya harga tersebut karena harga tawar pinang dari pedagang luar negeri  yang diekspor kini semakin makin terkendala.

“Ya, banyak masyarakat kecewa dengan harga segitu. Saya pun sebagai pengepul tak sanggup membeli dengan harga yang lebih tinggi. Cuma Rp11 ribu  itu yang kering mati kalau kering basah harga paling tinggi yang mampu saya beli Rp8 sampai Rp9 ribu,” keluh Mulyadi.

Lebih lanjut disebutkannya, terkait itu semua, peran pemerintah yang dapat mengatur situasi itu, dengan kebijakan otiritasnya, pemerintah mampu mengendalikan itu.

“Nah, sekarang pertanyaannya di situ, mampu gak pemerintah ambil posisi dalam mengedalikan grafik perdagangan tersebut,” katanya.

Salah seorang warga Gampong Setia, Mustafa (43) yang mempunyai batang pinang di sekitar lahan kebun mengeluhkan itu. Dikatakannya, hanya sekali jual saja dia merasakan manisnya harga pinang.

“Wah saya kaget dengan harga sekarang, jauh sekali menurun dari harga beberapa bulan yang lalu. Gimana lagi, mau tak mau dijual saja,” jelasnya.

Selainitu disebutkannya, beberapa tahun belakangan grafik kenaikan harga selalu begitu, bak pepatah usang manisnya berbuah pahit. “Selalu begitu, kenaikan cuma sebentar saja, setelah itu turun-turun lagi,” jelas dia. On-07