Harga Kol Mulai Meroket, Petani Kembali Bergairah

oleh -52 views

KARO | Harga sayur mayur jenis tanaman kol di tingkat petani di Kabupaten Karo Sumatera Utara mulai meroket. Kenaikan harga ini sudah berlangsung sepekan penuh. Untuk saat ini harga kol di ladang berkisar Rp. 2500 per Kg. Diperkirakan dampak kenaikan harga kol, ada kaitannya dengan masa tanam saat kemarau bulan Juni-Juli 2021 lalu.

“Harga lelang kol di ladang bervariasi antara harga Rp 2.500 – Rp 3.000 perkilogram, tergantung kwalitas tanaman. Varian harga kol putih antara Rp.2.500-Rp 2.700/kg. Sementara kol sayap (mutu,red), mencapai Rp 3.000 perkilogranya”, ujar pengirim kol antar pulau, Gusmit Karo-Karo, Senin (13/9/2021) di pergudangan sayur mayur kawasan Kota Berastagi.

Sementara eksportir sayur mayur hortikultura Win Kun mengatakan, kenaikan harga seiring dengan tidak sebandingnya permintaan dengan produksi kubis saat ini.

“Penanaman bulan Juni panen bulan September ini. Ketika musim tanam cuaca kemarau. Jadi tidak banyak kol yang mutu (sayap.red), jarang sayap dan sulit mencarinya. Pengiriman antar pulau ke Jakarta, Bangka, Belitung, Batam, dan Palembang lancar, demikian juga ekspor ke Taiwan. Hanya saja ada kalanya pembeli merasa mahal membeli,” ujar Win Kun.

Di sisi lain, pihaknya yang senantiasa berhubungan dengan petani merasa ada hikmah dengan kenaikan harga kol saat ini. Harga kubis/kol yang sempat lama anjlok membuat petani enggan menanam.

“Dengan kenaikan harga kali ini, semoga petani Karo kembali bergairah untuk menanam kol. Dengan iringan harapan Pemerintah Kabupaten Karo juga kedepannya membuat terobosan pemasaran baru, agar pemasaran produksi sayur mayur daerah ini semakin menggairahkan” ujar ekportir.

Reporter : Daniel Manik