Gubsu : Kita Masih Berperang, Terkelin Bilang Lau Simomo Bisa Untuk Penanganan Covid-19

oleh -784 views
Gubsu Edy Rahmayadi mendengarkan laporan Bupati Karo Terkelin Brahmana terkait penanganan pencegahan Covid-19 di Karo melalui jaringan video confrence. (orbitdigitaly/Daniel Manik)

TANAH KARO -Virus Covid-19 belum reda, kita masih berperang dan masih terus bertambah orang yang tertular Covid-19. Diminta kepada kepala daerah kab/kota di seluruh Sumatera Utara supaya memberikan anjuran untuk diketahui masyarakat bahwa ancaman virus corona belum reda, bila keluar rumah gunakan masker, tetap jaga jarak, hindari kerumunan, lakukan Refocusing dan Realokasi anggaran.

Penegasan ini disampaikan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat menggelar video confrence dengan 33 Kepala Daerah Kabupaten/kota se Sumut, termasuk dengan Bupati karo terkelin Brahmana, Senin (6/4/2020)

Menurut Gubsu, pelaksanaan Refocusing dan Relokasi anggaran supaya di segerakan, mengingat dampak dari Covid-19 bukan saja menyentuh pada manusia dari sisi ekonomi setiap daerah sangat terdampak, untuk itu cepat lakukan langkah langkah kongkrit.

“Bagi rumah sakit rujukan yang menangani kasus Covid-19 bilamana ada pasien terpapar, sesuai yang dihunjuk yaitu RSU Kab. Simalungun, Padang Sidempuan, Nias, Taput dan Kab. Karo , agar selalu bertanggung jawab,’ tegasnya.

“Jika terjadi sesuatu terhadap saudara saudara kita meninggal ditempat Rumah sakit rujukan tadi maka saya tegaskan pihak rumah sakit harus bertanggung jawab berupa menyiapkan peti dan Standard Operasional Prosedur (SOPP) medis lakukan pemakaman dengan baik, semua ini tanggung jawab pemrintah daerah, tempat pasien terpapar Covid-19,” sarannya.

“Apabila rumah sakit rujukan yang ada tersebar di 5 kab/kota sesuai yang telah dihunjuk, bila tidak sanggup membiayai pasien yang meninggal akibat terpapar Covid-19, silahkan ajukan ke propinsi Sumut kita akan bantu, sebab mereka juga adalah rakyat kita,” ucap Edy Rahmayadi.

Usai, Edy Rahmayadi menyampaikan penekanan dan penegasan kepada 33 kab/kota, selanjutnya diberikan kepada masing masing kepala daerah bergiliran melaporkan secara singkat yang dibutuhkan dan kendala yang dihadapi selama penanganan Covid-19, bahkan Edy meminta setiap daerah melaporkan berapa jumlah ODP, PDP, OTG dan SUSPECT. Katanya

Menyahuti penegasan Gubsu Edy Rahmayadi, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH didampingi Sekdakab Karo Drs Kamperas Terkelin Purba melaporkan, bahwa kondisi Kab Karo saat ini untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) 8 orang, Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 0 ( nihil) , Orang Tanpa Gejala (OTG) yang di pantau dari perjalanan 2570 orang, sedangkan Suspec juga nihil,” ungkap Terkelin.

“Saat ini Kab Karo sedang melakukan Recofusing uanggaran dana penanganan Covid-19 sebesar 30, 7 milyard dan dibutuhkan 27, 5 M sedangkan dana Tak Terduga (TT) dari APBD Karo sudah disiapkan 2 Milyard,” lapornya.

“Untuk saat ini RSUD Kabanjahe belum efektif dalam penanganan Covid-19 karena faktor lokasi dan peralatan, ijin saran bapak gubernur, di daerah desa Lau Simomo sekitar setengah jam dari Kabanjahe, ada lahan milik provinsi ratusan haktare, sejak zaman Belanda sudah ada, bila berkenan bapak Gubsu, kiranya lokasi ini dapat ditinjau bersama, agar dapat difungsikan dalam penanganan Covid-19,” ujar Bupati Karo.

Mendengar laporan Terkelin, Gubsu Edy Rahmayadi berjanji, Rabu (8/4) atau Kamis (9/4) akan datang ke Kabanjahe untuk meninjau lokasi yang dilaporkan bupati di desa Lau Simomo Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo.

Reporter : Daniel Manik