Dugaan Korupsi Rp1,9 M, Mantan Kadis BMBK Provsu dan Tiga Tersangka Segera Disidang

oleh -626 views
Kajari Langkat Muttaqin Harahap (foto/ist)

Selanjutnya, untuk 3 tersangka D, selaku Kepala Unit Pelayanan Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Binjai, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). AN, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)-UPTJJ Binjai dan TS selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu UPTJJ Binjai.

Sidang perdana untuk ketiga tersangka lainnya digelar Kamis (14/10/2021), sesuai surat penetapan persidangan perdana ditandatangani oleh Hakim Ketua Syafril P Batubara SH MH.

“Persidangan perdana akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Medan,” kata Yos.

Keempat tersangka ini, lanjut Yos A Tarigan tersandung kasus dugaan korupsi senilai Rp1,9 miliar terkait Kegiatan Rehabilitasi/Pemeliharaan Rutin Jalan pada Satuan Keja Dinas BMBK UPTJJ Binjai TA 2020 dengan pagu anggaran Rp4.480.000.000.

Diduga kuat terjadi perubahan pada Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran -Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPPA-SKPD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi menjadi Rp2.499.759.520 untuk pemeliharaan rutin jalan provinsi di Kabupaten Langkat.

Antara lain untuk pembayaran gaji/upah dan bahan atas pekerjaan pemeliharaan rutin Jalan Provinsi di Kabupaten Langkat.

Informasi lainnya, sebanyak 7 titik lokasi jalan pada pekerjaan yakni jurusan Simpang Pangkalan Susu-Pangakalan Susu, Tanjung Pura- Tanjung Selamet, Tanjung Selamet- Simpang Tiga Namu Ungas Tangkahan, Perbatasan Binjai – Kwala, Kwala Simpang – Marike Timbang Lawang, Simpang Durian Muluh- Namu Ukur dan Namu Ukur- berbatasanndengan Kabupaten Karo.

“Dari hasil penyidikan tim penyidik Kejari Langkat, ditemukan beberapa dugaan penyimpangan seperti manipulasi dokumen pertanggungjawaban kegiatan, pelaksanaan pekerjaan juga terindikasi fiktif hingga pengurangan volume pekerjaan. Dan pekerjaan ini, hanya 20 persen yang dilaksanakan,” beber Yos Tarigan.

Reporter: Toni Hutagalung