Dua Pekerja Gugat RSU Bina Kasih di PN Medan

oleh -2.051 views
Ketua Majelis Hakim Jarihat Simarmata SH MH dalam sidang PHI diruang Cakra 7 PN Medan, Kamis (27/5/2021). Foto/Ist.

Kemudian, lanjut Tiopan, penggugat Yessy Silvia Sitepu, bekerja selama 8 tahun, juga mengalami nasib yang sama yaitu upah diterima dibawah UMK dan jam kerja tidak sesuai aturan serta cuti tahunan selama 12 hari maupun lembur kerja tidak dibayarkan tergugat.

“Penggugat tidak masuk kerja selama 4 hari karena ada urusan keluarga padahal pemberitahuan izin tidak masuk kerja sudah disampaikan lewat sambungan percakapan Whatsap kepada HRD tergugat. Kemudian setelah penggugat masuk kerja, lalu dipaksa membuat surat penguduran diri. Seharusnya perjanjian kerja antara tergugat dengan penggugat tidak bertentangan dengan ketentuan hukum atas hak – hak normatif, “tegas Tiopan.

Tiopan Tarigan SH pada Law Office Tiopan Tarigan dan Partners mengungkapkan penggugat sudah cukup lama bekerja sebagai tenaga kesehatan di RSU Bina Kasih. Namun nasib para nakes justeru di PHK sepihak tanpa pesangon sebagaimana diatur UU Nomor. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Pahlawan kesehatan ini korban ‘penyelundupan’ hukum, sementara para nakes sudah jelas garda terdepan ditengah pandemi Covid-19. Pemerintah harus mengevaluasi kinerja tergugat sehingga tidak ada lagi korban PHK sepihak, “bebernya.