DPRD, Pemkab Karo dan Pengusaha Gelar RDP Tumpas Pungli Raja Berneh

oleh -13 views
RDP DPRD Karo membahas dugaan pungli menuju lokasi wisata pemandian air panas Raja Berneh (Semangat Gunung). Foto/Ist.

KARO | Menyusul maraknya pengutipan liar di sejumlah titik menuju lokasi objek wisata pemandian Air Panas (Hot Spring) desa Doulu Kecamatan Berasyagi dan Desa Raja Berneh (Semangat Gunung) Kecamatan Merdeka Karo sehingga menimbulkan keresahan bagi pengunjung (wisatawan) dan pengusaha, DPRD Kabupaten Karo gelar rapa dengar pendapat (RDP) dewan dengan Pemerintah Kabupaten Karo dan pengusaha, Selasa (23/11/2021) di ruang rapat banggar dewan.

RDP dewan dengan Pemkab Karo dan pengusaha pemandian air panas itu digelar atas banyaknya laporan yang sampai ke lembaga dewan dan beredarnya informasi tentang pungli dimedia maupun media sosial (Medsos) dan keluhan bagi pengusaha karena sejak maraknya pengutipan liar (pungli) menuju pemandian air panas Raja Berneh kunjungan wisata turun drastis dan meminta agar pemerintah setempat mengambil mengambil langkah-angkah kongkrit.

Rapat yang langsung dipimpin Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan didampingi Wakil Ketua,Sadarta Bukit dan David Kristian Sitepu serta anggota dewan lainnya, pengusaha pemandian air panas Alam Sibayak Desa Semangat Gunung Natalia Br Sembiring mengungkapkan bahwa semenjak adanya Covid-19 pengunjung yang datang ke pemandian air panas turun drastis sehingga 50 persen di tambah lagi dengan adanya kutipan kutipan atau pungli yang berlapis, sehingga mengakibatkan turunnya pengunjung yang datang secara drastis.

Padahal kami harus membayar gaji karyawam dan membayar anggsuran kredit Bank. Untuk itu kami meminta kepada Pemkab Karo dan Polres Tanah Karo supaya menghentikan dan menindak pelaku pungli menuju ke pemandian air panas Semangat Gunung (Raja Berneh),” tegas Natalia Br Sembiring.

Menyahuti keluhan pengusaha pemandian air panas Raja Berneh, anggota DPRD Karo Ferianta Purba dan Pujiati Ginting meminta kepada Pemkab dan Polres Tanah Karo untuk menghentikan pungli menuju obyek wisata pemandian air panas. Karena ini sudah berdampak kepada pengusaha air panas dan mencoreng nama baik Kabupaten Karo. Ini salah satu PR yang harus diselesaikan oleh Pemerintahan Kabupaten Karo “Kita jangan buka warung dalam toko” Untuk itu segera hentikan pungli, kalau tidak ada yang membekingi, pasti tidak ada pungli,” ujar Ferianta Purba.