banner 728x250

Dosen Fisip UDA Ingatkan Bahaya Narkoba Bagi Generasi Muda

Dosen pemerintahan Fisip UDA yang juga Anggota DPRD Provinsi Sumut, Dr. Soetarto, M.Si saat menyampaiakan sambutan. (Foto/Ist)

DELI SERDANG | Sebanyak 110 orang warga antusias menghadiri pelaksanaan sosialisasi Perda No 1 Tahun 2019, tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya yang digelar di Desa Kedai Durian dan Kelurahan Delitua Barat Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang terlaksana dengan baik. Sabtu (11/6/2022).

Selain Kepala Desa Kedai Durian, Zaenul Akhyar, turut hadir mendukung kegiatan tersebut sekretaris kecamatan (Sekcam) Delitua Pak Sihombing, dan para tokoh masyarakat dan tokoh agama. Juga dari Babinsa atau Danramil serta ibu-ibu PKK dan karang taruna.

Sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut Elok Perwirawati, M.I.Kom dalam materinya menyampaikan kepada warga bahwa perlu mengetahui dan mengenal apa itu narkoba sehingga dapat menghindarinya.

Baca juga: Dosen Fisip UDA Gelar Penyuluhan di Nias Selatan

Dosen Fisip UDA ini menyampaikan tentang pentingnya komunikasi dengan keluarga agar terhindari dari narkoba.

“Jika ada masalah jangan mencari pelarian ke narkoba. Tetapi sampaikan masalahmu kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Elok.

Sehingga Elok mengingatkan warga khususnya generasi muda untuk menjauhi narkoba. Serta mengajak warga untuk perang terhadap narkoba.

“Ingat katakan tidak pada narkoba. Jika ada yang ajak untuk coba-coba jangan mau,” tegasnya.

Dosen Fisip UDA, Besti Rohana Simbolon, S.Sos, M.Si sebagai narasumber pelaksanaan sosialisasi Perda No 1 Tahun 2019 di Desa Kedai Durian dan Kelurahan Delitua Barat Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang. (Foto/Ist)

Baca juga: Fisip UDA Gelar PKM di Deli Serdang

Narasumber lainnya, Besti Rohana Simbolon, S.Sos, M.Si menambahkan bahwa Sumatera Utara merupakan Propinsi yang berada di peringkat pertama kasus penyalahgunaan Napza.

“Ini yang menjadi tugas penting kita bersama baik antara pemerintah, lingkungan akademik dan masyarakat untuk bersinergi mencegah kasus narkoba menjadi lebih tajam lagi terjadi di Sumut,” tegasnya.

Menurutnya berdasarkan peraturan dijelaskan bahwa basis awal pencegahan dimulai dari keluarga, kemudian lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Penting memahami bagaimana peranan komunikasi agar dapat memberi informasi pemahaman bahaya Napza jika disalahgunakan baik melalui sosialisasi, workshop, pelatihan, perlombaan maupun kegiatan lainnya sebagai peluang agar masyarakat dan generasi muda tidak terjebak dan masuk dalam penyalahgunaan Napza,” katanya.

Baca juga: FISIP UDA Audiensi ke Diskominfo Deli Serdang

Dikatakanya bahwa komunikasi keluarga dan komunikasi kelompok di masyarakat yang dilakukan secara efektif akan dapat memantau masyarakat untuk tidak terjerumus kepada keterlibatan penyalahgunaan narkoba.

Untuk diketahui Desa Kedai Durian dan kedua lokasi belum termasuk desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba) tetapi masyarakat juga bersama jajaran pemerintah desa dan kelurahan sangat mendukung gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya disampaikan di daerah mereka.

Beberapa Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Darma Agung lainnya turut mendukung kegiatan ini, Prietsawenny, S. Sos, M.Si, bersama Dr. Soetarto, M.Si sebagai dosen pemerintahan yang juga Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, dan Doli Tua Raja Mulia Panjaitan, M.IP. (Red)