Di Tengah Pandemi Covid-19, Disdukcapil Kota Medan Gunakan Strategi Aplikasi Digital

oleh -48 views

MEDAN | Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya berefek pada aspek ekonomi, sosial dan kehidupan sehari-hari. Namun Instansi pelayanan publik pun turut merasakan dampaknya

Berbagai kebijakan dikeluarkan untuk mengatasi pandemi seperti menjalankan protokol kesehatan, mengurangi kerumunan, dan rutin menyemprotkan disinfektan di wilayah kantor.

Menghadapi pandemi yang tidak kunjung selesai, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan sebagai salah satu instasi pelayanan publik menerapkan berbagai terobosan baru dalam rangka beradaptasi dengan kebiasan baru.

Kadis dukcapil Kota Medan DR Drs Zulkarnain saat menjadi narasumber podcast ngobrol bersama Orbit mengatakan ditengah pandemi Covid-19 ini stake holder khususnya kantor Disdukcapil Kota Medan sedang menggalakkan dan membangun budaya baru dalam pelayanan publik.

Dalam meningkatkan kesadaran akan kelengkapan dokumen kependudukan, Kota Medan yang memiliki penduduk sebanyak 2,5 juta jiwa membutuhkan beragam strategi tertentu.

“Dukcapil menggunakan strategi aplikasi Dukcapil Digital untuk masyarakat yang ingin mengurus dokumen tanpa harus mendatangi kantor dan berkerumun,” kata Kadisdukcapil Kota Medan DR Drs Zulkarnain, Selasa (19/1/2021).

Melihat kebutuhan masyarakat Kota Medan yang tinggi akan kepengurusan dokumen kependudukan di tengah pandemi, Disdukcapil sudah meluncurkan aplikasi dan situs web Sibisa. Hal ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat yang ingin mengurus dokumen adminstrasi kependudukan di Kota Medan.

“Saat ini Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) sudah tersedia dua unit. Satu di Kantor Disdukcapil Medan dan lainnya di Kantor Camat Medan Marelan. Tentu hal ini semakin mempermudah pelayanan,” jelasnya.

Dengan budaya baru dalam pelayanan publik ini, masyarakat cukup membuka aplikasi atau situs web.

Menurut Zulkarnain hal itu merupakan langkah adaptif kebiasaan baru.

“Bukan hanya itu, diakhir bulan Januari 2021 nanti kami akan mengadakan pelayanan keliling untuk masyarakat Kota Medan yang memiliki keterbatasan fisik, manula dan sedang sakit. Hal ini dikhususkan Disdukcapil pun memberikan pelayanan keliling untuk pendaftaran penduduk nol data,” tambahnya.

Tahun 2021 ini Disdukcapil akan secara proaktif memobilisir dan mensosialiasikan kepada masyarakat yang masih nol data untuk mendatangi tempat pelayanan keliling yang sudah ditetapkan. Kedepannya Disdukcapil akan memperbaiki infrastruktur pelayanan dokumen agar semakin nyaman.

Dengan berbagai terobosan ini diharapkan masyarakat Kota Medan tetap bisa mendapatkan haknya akan pelayanan yang baik dalam mengurus dokumen terkait kependudukan.

Terkait pengurangan kuota pemohon selama pandemi untuk mengurangi kerumunan masyarakat, dengan adanya program Dukcapil Digital, masyarakat yang datang langsung dapat ditekan kehadirannya.

“Kita sudah menerapkan pelayanan online jadi kita bersyukur di tengah pandemi ini tingkat kunjungan, walaupun tadi masih ramai, sudah cukup banyak berkurang. Sehingga pelayanan, yang awalnya, langsung menjadi pelayanan online. Untuk semakin memudahkan pemohon, di pintu masuk kantor disdukcapil kami sediakan booth pelayanan online dan tenaga pemandu untuk pemohon melakukan pelayanan online,” ujarnya.

Dengan adanya pengurusan Dukcapil Digital maka keseluruhan proses adminduk sudah tidak memerlukan tatap muka secara fisik.

“Di luar dari kelompok masyarakat yang baru pertama sekali mengurus KTP dan pengurusan Akta Perkawinan, Disdukcapil Digital melalui mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) membuat hampir seluruh pelayanan pengurusan dokumen kependudukan tidak lagi memerlukan tatap muka secara fisik. Masyarakat bisa mengakses aplikasi dan situs web Sibisa dan melakukan permohonan di website www.sibisa.pemko.go.id dan mencetak dokumen di Anjungan Dukcapil Mandiri tanpa harus repot antre dan berkerumun di Kantor Disdukcapil Kota Medan,” ujarnya.

(Maria Simbolon/PKL)