Debat Walikota Medan, Bobby Diklaim Punya Ide Kreatif dan Solutif Kembangkan UMKM

oleh -434 views

MEDAN – Masalah pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) adalah salah satu topik yang mencuat pada debat publik perdana Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan, Sabtu pekan lalu.

Program yang ditawarkan pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman dinilai lebih kreatif dan memberikan solusi yang tepat sasaran pada debat terbuka tersebut.

Akademisi USU sekaligus Ketua Student Entrepreneurship Centre (SEC) USU yang juga Konsultan Pendamping K-UMKM, Buchari, ST, M.Kes mengungkapkan, pada debat itu, pasangan Bobby-Aulia menyebutkan akan membentuk satu sentra UMKM di setiap kelurahan di Medan.

“Tentu ini rencana yang menarik dan kreatif,” kata Buchari di Medan, Senin (09/11/2020).

Menurut dia, rencana tersebut tentu menjadi angin segar bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya dimana selama ini menghadapi banyak kendala dalam menjalankan usahanya seperti kurangnya pembinaan, akses pemasaran dan permodalan usaha hingga kesulitan saat hendak mengurus administrasi usaha di kelurahan.

Pihaknya selama ini masih menemui sejumlah kasus dimana pihak kelurahan tidak paham soal UMKM, pengembangan usaha UMKM dan administrasi yang berkaitan dengan UMKM.

Bahkan, kata dia, pelaku UMKM di Medan sering mengeluh karena menjumpai pegawai kelurahan atau lurah sendiri yang tidak kooperatif terhadap pelaku UMKM, bahkan terkesan menyulitkan pelaku UMKM dalam mendapatkan surat keterangan usaha.

Padahal, surat keterangan usaha dari lurah tersebut syarat penting bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan bantuan modal atau alat produksi dari pemerintah maupun BUMN.

“Ironisnya, ada juga lurah yang tetap ngotot tak mengeluarkan surat keterangan usaha kepada pelaku UMKM yang telah memilih Nomor Induk Berusaha (NIB) dari OSS. Rekomendasi dari kepala lingkungan juga sudah dikantongi. Ini menunjukkan bahwa masih ada lurah di Medan yang tidak paham soal UMKM,” tegasnya.

Tentu kondisi tersebut semakin menyulitkan pelaku UMKM dalam upaya pengembangan usaha mereka. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, pelaku UMKM sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah maupun pihak lain. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah surat keterangan usaha dari kelurahan.

Ke depan, kata dia, dengan ide cemerlang yang dicetuskan pasangan Bobby-Aulia menjadi harapan besar untuk memperbaiki birokrasi rumit di tingkat kelurahan. Tiap-tiap kelurahan juga diharapkan akan menjadi pusat pembinaan dan pendampingan UMKM, sehingga kinerja usaha mereka lebih maksimal dan ini adalah program yang kreatif untuk membuat UMKM Naik Kelas

Selama ini, pembinaan dan pendampingan hanya terpusat pada instansi atau OPD tertentu, sehingga program pembinaan yang dibuat tak bisa menjangkau pelaku UMKM secara menyeluruh, bahkan program tersebut tumpang tindih antar OPD yang ada.

Sebagai calon pemimpin Kota Medan yang masih muda, tentu perpektif kreatif dari Bobby-Aulia sangat penting dalam hal ini. Lurah tentu akan diminta untuk bisa membina dan mendampingi sentra UMKM yang akan dibentuk. Dan masing-masing kelurahan harus memiliki produk unggulan tertentu yang dikembangkan atau dengan istilah Satu Kelurahan Satu Produk Unggulan sehingga program ini mendukung percepatan UMKM Naik Kelas.

Selanjutnya, pengadaan co-working space yang menjadi wadah bagi anak muda kreatif di bidang startup bisa berbisnis secara digital dengan baik. Jangkauan pasar UMKM juga akan semakin luas.

Hal penting lainnya adalah soal database. Dengan program yang ditawarkan oleh Bobby-Aulia tersebut, secara langsung akan membawa pengaruh positif terhadap kinerja pendataan pelaku UMKM yang dimulai dari tingkat kelurahan.

Dengan data yang komprehensif di tingkat kelurahan, pemerintah tak akan kesulitan dalam memberi bantuan dan pembinaan kepada UMKM.

Dengan begitu, akselerasi pertumbuhan ekonomi di Kota Medan akan semakin cepat, yang bermuara pada pengurangan angka pengangguran.

“Dan ini membuat posisi lurah semakin strategis. Tentu butuh komitmen kuat dari pemimpin Kota Medan dalam mewujudkan rencana kreatif ini, yang didukung dengan kebijakan dan alokasi anggaran yang baik,” pungkasnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.